Dianggap Anugerah, Gay Diajak Lebih Membuka Diri

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Siapa yang tidak mengenal kaum gay, kaum pria penyuka sesama jenis yang termasuk dalam kategori homoseksual. Bukan karena kelainan, beberapa pelaku di dalamnya justru menyebut gay adalah sebuah anugerah.

Dikota Semarang sendiri kaum yang masih dianggap melenceng tersebut juga masih jarang diketahui keberadaanya bagi masyarakat umum.

Kendati demikian, salah satu komunitas basis  kaum gay di Semarang, Semarang GAYa Comunity (SGC) tetap eksis melakukan kegiatan positif di tengah-tengah pandangan miring yang beredar.

Komunitas yang sudah ada sejak Juni 2009 tersebut, hingga kini terus ikut berperan dalam penanggulangan virus HIV AIDS di Kota Semarang.

“Di tahun 2013-2014 lalu penyuluhan kami sudah diterima 800 orang yang sebagian besar Gay. Saat ini masih fokus di HIV AIDS, karena di Semarang jumlah penderitanya masih banyak,” ucap Ketua SGC, Ighnatius YYP, saat berbincang dengan metrosemarang.com, Sabtu (17/1) malam.

Selain itu, komunitas yang bermarkas di Semarang Barat tersebut juga terus mengajak para kaum gay untuk meyakinkan kepada masyarakat luas bahwa keberadaannya bukan suatu hal yang negatif. “Kamu tidak sendirian, ayo bersama-sama bangun kepercayaan,” imbuh Ighnatius yang juga seorang gay tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang sudah aktif di keorganisasian gay sejak awal tahun 90 an tersebut mengatakan, keegoisan masing-masinglah yang membuat  seorang gay menutup diri dan enggan berbagi. “Tidak usah takut, kami ada tempat untuk aspirasi yang kalian keluarkan,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.