Dianggap Merusak Lingkungan, Petani Brangsong Segel Lokasi Galian C

Petani Kebonadem Brangsong Kendal menyegel proyek urugan galian C yang dituding menjadi biang kerusakan lingkungan. Foto: metrojeteng.com
Petani Kebonadem Brangsong Kendal menyegel proyek urugan galian C yang dituding menjadi biang kerusakan lingkungan. Foto: metrojeteng.com

METROSEMARANG.COM – Puluhan petani di Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong, Kendal menyegel proyek urugan galian C di Jalan Lingkar Kaliwungu, Jumat (22/1) siang. Mereka menganggap proyek tersebut sebagai biang tersendatnya pasokan air karena saluran irigasi tertutup timbunan tanah.

Aksi ini ditandai dengan pemasangan spanduk berisikan tulisan penyegelan proyek. Mereka juga meminta agar operator alat berat yang masih beroperasi di sekitar lokasi untuk menghentikan aktivitasnya.

Menurut petani, akibat proyek ini lahan miliknya kerap tertimbun tanah galian sehingga tidak bisa ditanami. “Selain itu saluran irigasi yang ada di pinggir jalan raya ditutup untuk akses masuk truk muatan tanah galian C yang hendak membongkar muatannya,” ujar Rohmat petani setempat.

Rohmat juga menambahkan, timbunan tanah yang tinggi kerap longsor dan menutup areal pertanian. “Petani harus membersihkan dengan cara manual, karena jika menggunakan traktor tanahnya bercampur batu sehingga merusak traktor,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebonadem Brangsong, Kumaidi mengatakan, meski sudah empat bulan beroperasi, pihak pengembang belum pernah mengajukan izin ke desa terkait penimbunan tanah galian C ini. Dijelaskan Kumaidi, timbunan dan tumpukan tanah galian yang ada di Desa Kebonadem ini bukan untuk pengeringan melainkan hanya tempat menimbun tanah yang digunakan untuk proyek pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang.

Usai memasang spanduk bertuliskan proyek disegel, warga melakukan mediasi dengan pelaksanan proyek di Mapolsek Brangsong. Warga meminta, pengembang mencari lokasi lain untuk menimbun tanah galian C ini karena merusak lahan pertanian. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.