Dibangun di Samping Klenteng, Hotel Tentrem Semarang Diprotes Warga

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Hotel Tentrem Semarang di Jalan Gajahmada, mendapat penolakan dari waga sekitar. Selain masalah kebisingan saat pembangunan, masyarakat juga tak ingin aktivitas di hotel mengganggu rumah ibadah yang berdampingan dengan hotel bintang lima tersebut.

Salah satu warga sekitar Hotel Tentrem, Abien mengungkapkan keberatannya dalam forum Public Hearing pembangunan Hotel Tentrem di Balai Kota, Selasa (29/3). Dia khawatir aktivitas hotel akan mengurangi kesakralan aktivitas religi di Klenteng San Khin Tong.

Abien, salah satu perwakilan warga yang keberatan dengan pembangunan Hotel Tentrem Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Abien, salah satu perwakilan warga yang keberatan dengan pembangunan Hotel Tentrem Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Di dalam klenteng adalah rumah para Dewa. Jika di sampingnya adalah hotel dimana akan ada aktivitas suami-istri di atasnya, sangat tidak pantas,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama Hotel Tentrem David Hidayat menjamin bahwa aktivitas hotel tidak akan mengganggu klenteng yang ada di sampingnya. Dia mengatakan, sudah merancang desain hotel dengan mempertimbangkan keadaan sekitar.

“Yang menempel dengan klenteng bukan kamar hotel maupun aktivitas loading. Jadi tidak akan berisik dan jauh dari aktivitas tamu. Yang berada di sana nantinya adalah lobi hotel saja,” ubgkapnya.

Hotel Tentrem Semarang akan dibangun dengan konsep terpadu terdiri dari 200-an kamar hotel, dan 70 unit apartemen berkapasitas tiga kamar tidur, serta kawasan pusat perbelanjaan. (ade)

You might also like

Comments are closed.