Dibantu Jenglot, Mbah Aris Bisa Hasilkan Rp 700 Juta dalam Sekejap

Aris bersama jenglot yang menjadi 'prewangannya' untuk mengelabui para korban. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Aris bersama jenglot yang menjadi ‘prewangannya’ untuk mengelabui para korban. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Bermodalkan tiga buah boneka jenglot, seorang dukun abal-abal bernama Aris Widhianto (45) sukses meraup untung Rp 700 juta dari 10 orang yang menjadi pasiennya dalam tiga tahun terakhir. Dengan hasil yang menggiurkan itu, warga Kampung Ngablak Indah, Genuk tersebut seharusnya bisa berlebaran dengan penuh suka cita, andai tak keburu ditangkap polisi.

Akal bulus Aris ini bermula dari kegemarannya melihat benda-benda mistis yang berada di komplek Pasar Johar. “Saya suka, terus saya beli, ada jenglot, keris sama minyak misik,” kata Aris saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Selasa (7/7).

Setelah itu, barulah terbesit dipikiran Aris untuk menjadi dukun. Ia pun memutuskan melakukan penipuan penggandaan uang. Kepada korbannya, ayah empat anak itu mengaku bisa menggandakan uang Rp 70 juta menjadi Rp 1 miliar.

Dengan dibantu rekannya, Eko Wiyanto (38) warga Sampangan, satu persatu korban yang haus akan keuntungan secara instan berdatangan ke rumahnya. “Jadi uangnya saya minta, saya kasih kardus. Terus saya taruh ke kamar yang sudah saya setting. Saya minta waktu tiga minggu, padahal uangnya saya pakai sendiri,” imbuh Aris.

Dari setiap pasien, Aris memberi imbalan Eko sebesar Rp 5-6 juta. Awalnya, Eko juga sempat percaya, hingga akhirnya menyadari dirinya juga diperdaya Aris. “Total 45 juta, tapi ternyata dia menipu. Saya justru harus mengembalikan uangnya ke korban yang merupakan teman-teman saya,” kata Eko.

Korban terakhir yang berasil masuk ke perangkap dukun abal-abal tersebut adalah  Joko Widodo (42) warga Perum Handik Makmur, Genuk, Semarang. Dari peristiwa itu akhirnya kejahatan Aris terkuak dan ia dibekuk hari Senin (6/7) kemarin di Jalan Ki Mangunsarkoro saat akan menemui calon korbannya.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan tersangka cukup lihai ketika menipu korbannya. Pasalnya, pelaku menggunakan pernak-pernik berbau mistis untuk meyakinkan kepada korbannya, ia adalah dukun asli. “Dia juga mengaku menggunakan mantra-mantra khusus saat beraksi. Itu agar korbannya percaya,” ucap Burhanudin.

Bersama Aris, petugas juga menyita berbagai barang bukti benda-benda klenik seperti batu akik, keris, telur angsa, rambut babi dan tiga buah boneka jenglot. Ia dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman  4 tahun penjara. (yas)

You might also like

Comments are closed.