Dibiarkan Mangkrak, 16 Kios/Los Pasar Bulu Disegel

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 16 kios/los pedagang Pasar Bulu disegel Dinas Perdagangan Kota Semarang karena hampir selama 2 tahun mangkrak. Kios/los tersebut dibiarkan kosong atau tidak digunakan untuk berdagang oleh pemiliknya.

Kepala Dinas Perdagang Fajar Purwoto memasang stiker saat menyegel kios/los Pasar Bulu yang tidak digunakan berjualan oleh pedagangnya, Rabu (22/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Penyegelan dipimpin dan dilakukan langsung Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto dan petugasnya. Satu per satu kios/los di lantai 1, 2 dan 3 tersebut dipasangi stiker tanda melanggar peraturan. Penyegalan berlangsung lancar hingga selesai.

Kios/los tersebut bermasalah karena dinilai melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perda Nomer 9 tahun 2013 tentang Pengaturan Pasar Tradisional.

Usai penyegelan Fajar Purwoto mengatakan, pedagang yang disegel kios/losnya tersebut termasuk ndablek. Sudah diberikan peringatan pertama dan kedua namun tetap belum mau menempati kios/los. Sehingga tindakan terakhir yakni penyegelan ini terpaksa dilakukan.

”Setelah disegel sebanyak 16 kios/los ini sudah menjadi milik Dinas Perdagangan. Silakan pedagang yang merasa memiliki segera menempati, tapi harus koordinasi dulu dengan Dinas Perdagangan,” katanya.

Dia meminta pedagang tidak seenaknya sendiri karena kios/los itu aset pemerintah. Selama ini mereka tidak bayar retribusi, kebersihan, dan listrik.  Dalam satu bulan jika pemilik kios/los tidak datang ke dinas maka kios/los tersebut akan diserahkan ke orang lain.

Minggu depan pihaknya akan koordinasi dengan Kepolisian dan Satpol PP untuk membuka paksa kios/los. Sebab kunci kios/los yang asli dari Dinas Perdagang sudah diganti oleh pedagang sendiri. Jika dibuka sendiri oleh dinas pasti akan terjadi keributan dengan pedagang.

”Kami mau buka malah nanti ribut, makanya kami kasih waktu segera menghadap ke dinas dan rembugan baik-baik. Jika tidak bisa maka setengah bulan dari hari ini akan dibuka paksa lewat Polrestabes dan Satpol PP,” katanya.

Fajar menegaskan, sudah tidak ada toleransi lagi bagi para pedagang tersebut. Jika mau klarifikasi diberi waktu sampai awal Maret untuk menghadap ke Dinas Perdagangan. Karena pedagang sudah tidak menempati kios/los hampir 2 tahun sejak pasar selesai dibangun.

Jika mau menempati kios/los, dipastikan sebelumnya pedagang juga harus melunasi dulu pembayaran retribusi dan listrik. Jika tidak mau maka kios/los akan diserahkan pedagang lain yang membutuhkan.

Selain di Pasar Bulu, pihaknya juga melakukan penyegelan di Pasar Langgar sebanyak 10 kios/los. Hampir semua pasar di Kota Semarang ada kios/los yang dibiarkan kosong pedagang. Tapi jumlahnya belum didata semuanya. Semuanya pasti nantinya akan disegel.

Sedangkan bagi warga atau pedagang baru yang mau menempati kios/los tersebut syaratnya cukup mudah. Bisa langsung mengajukan surat permohonan ke dinas sebelum tanggal 10 Maret dilengkapi foto kopi KTP, KK, dan keterangan jenis penjualan. ”Akan kami kasih lokasi (kios/los) ini. Syaratnya cukup itu dan tidak bayar,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyatakan mendukung penyegelan kios/los pedagang tersebut. Karena akan menghindari terjadinya penyewaan atau jual beli kios/los yang sangat dilarang. Dia berharap Dinas Perdagang juga semakin gencar mengawasi dan melakukan kunjungan ke pasar-pasar untuk mengecek kios/los yang kosong. (duh)

You might also like

Comments are closed.