Dicokok KPK, Damayanti Kader PDIP Jateng akan Dipecat

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Rukma Setyabudi Foto: metrosemarang.com/dok
Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Rukma Setyabudi
Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Pengurus PDI Perjuangan memberikan sinyalemen untuk memecat Damayanti Wisnu Putranti dari Komisi V DPR-RI. Hal ini dilakukan usai yang bersangkutan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) Rabu (13/1) malam.

Damayanti sendiri diketahui masih menjabat anggota DPR-RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX meliputi Kota Tegal, Pekalongan dan sekitarnya. Ia diduga kuat terlibat penerimaan suap pembangunan jalan di kawasan Indonesia Timur. Dari hasil OTT, lembaga antirasuah juga mengamankan sopir pibadi Damayanti serta beberapa barang bukti.

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Rukma Setyabudi menegaskan, keputusan untuk menonaktifkan Damayanti yang terlibat korupsi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Keputusannya diserahkan kepada DPP PDIP. Biasanya, Ibu Ketum (Megawati Soekarnoputri) tidak mengkehendaki ada kader-kadernya yang terlibat korupsi maupun narkoba,” kata Rukma, usai menghadiri dialog interaktif di Novotel Semarang, Senin (18/1).

Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jateng ini pun mencontohkan, keputusan memecat kader PDIP juga langsung dilakukan Megawati, sesaat setelah seorang kader banteng asal Kalimantan Selatan tertangkap tangan oleh KPK sedang melakukan transaksi suap di sela Kongres PDIP di Denpasar Bali, pada akhir tahun lalu.

“Jadi jika benar ada temuan seperti itu termasuk penangkapan oleh KPK (terhadap Damayanti) pasti langsung dinonaktifkan. Dipecat,” sambungnya.

Soal pergantian posisi Damayanti di Komisi V DPR-RI, menurutnya, juga akan dilakukan sesuai perintah Megawati selaku pucuk pimpinan partai berlambang banteng moncong putih.

“Itu juga sesuai perintah Ibu Ketum karena konsekuennya seperti itu. Tapi pastinya akan ditindaklajuti seperti apa nanti arahannya dan secepatnya dinonaktifkan,” ungkap Rukma. (far)

You might also like

Comments are closed.