Diculik Perempuan Bermotor, Dua Siswi SD Rowosari Syok

METROSEMARANG.COM – Dua siswi SD Negeri Rowosari 02 Semarang, menjadi korban penculikan setelah dua hari terakhir menghilang dari rumahnya, di Kampung Rowosari Krasak RT 05/RW III Kecamatan Tembalang. Kedua korban yang berinisial TR (7) dan CL (12) tersebut diculik pada Sabtu (18/3) pekan lalu, dan baru ditemukan keluarganya, Minggu (19/3) petang.

Dua korban penculikan masih syok dan belum berani masuk sekolah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mahrodin, orangtua korban sempat panik tatkala mengetahui anaknya tak kunjung pulang dari sekolahnya pada Sabtu siang. Biasanya, putri kesayangannya pulang pukul 12.00 WIB.

“Tapi sampai malam enggak pulang-pulang,” kata dia, kepada wartawan di rumahnya, Senin (20/3).

Saat itu, ia yang kepalang bingung akhirnya memilih melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Selama dua hari hilang, dia dibawa kabur sama seorang perempuan yang menjemputnya di sekolah. Dia dibonceng naik motor bertiga, dibawa ke Simpang Lima lalu diajak ke kos-kosan pelaku,” sambungnya.

Ia mengungkapkan pelaku yang menculik korban diduga kuat tak lain masih tetangganya sendiri. Sebab, pelaku mengenal korban termasuk lokasi sekolahnya. “Dia dicegat di pinggir jalan terus dibawa kabur sama pelaku,” cetusnya.

Kedua korban akhirnya ditemukan di pinggir jalan daerah Klipang oleh warga setempat. Saat ditemui di rumahnya, kedua korban hanya menundukkan kepala dan belum berani masuk sekolah. Keduanya terlihat syok dan belum bisa diajak banyak bicara.

Di lain pihak, peristiwa penculikan tersebut mengejutkan pihak SD Negeri Rowosari 02. Kusnandar, Kepala SDN Rowosari 02 tak habis pikir mengapa ada orang yang tega menculik kedua muridnya saat situasi sekolah masih ramai.

“Dia sempat ikut ekstrakulikuler bersama teman-temannya sampai akhirnya ada kabar kalau dia diculik. Makanya, kami ke sini untuk memastikan seperti apa kondisinya sekarang,” tegasnya.

Ia pun membenarkan bila kedua korban belum masuk sekolah karena masih syok. Ia khawatir maraknya aksi penculikan kembali menimpa muridnya.

Dengan adanya aksi penculikan yang menimpa korban, pihak sekolah lebih bersikap protektif untuk melindungi para muridnya.

“Kita yang baru saja menyosialisasikan bahaya penculikan dengan modus penjualan organ ilegal, justru yang mengalaminya sendiri. Kita ke depan akan lebih waspada lagi,” ujar Kusnandar. (far)

You might also like

Comments are closed.