Didiagnosis Menderita Tetraparese, Ana Amelia Butuh Tiga Bulan untuk Pemulihan

METROSEMARANG.COM – Akibat kejahilan teman yang menarik kursi Ana Amelia hingga jatuh, siswa kelas 3 SDN 2 Mangkang Wetan itu menderita Tetraparese atau yang lebih dikenal dengan trauma pada tulamg belakang. Jika seseorang menderita Tetra Parese, orang tersebut tidak akan mampu menggerakkan kedua tangan dan kakinya karena sarafnya mengalami gangguan.

Kepala Ruang Instalasi Rehab Medik, Rini Ekowati mengatakan, saat diperiksa lebih lanjut, Amel mengalami retak pada bagian tulang belakangnya. Untuk mengurangi risiko lebih parahnya retakan, Rini memberikan penyangga leher untuk Amel.

 Ana Amelia sedang menjalani fisioterapi di Gedung Rehabilitasi Medik, RSUD Kota Semarang, Rabu (4/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Ana Amelia sedang menjalani fisioterapi di Gedung Rehabilitasi Medik, RSUD Kota Semarang, Rabu (4/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Penyangga ini dibutuhkan agar cedera tidak terlalu parah akibat gerakan. Ini juga diperlukan agar saraf tidak tertekan,” ungkapnya di sela-sela proses fisioterapi Amel di RSUD Kota Semarang Rabu (4/5).

Dia memaparkan, kondisi Amel membaik dengan cepat. Perkembangan otot tangan Amel kini sudah mencapai skor 3 dari 5. Sedangkan kakinya sudah mencapai angka 4. Dengan terpi rutin, dia yakin kondisi Amel akan pulih lebih cepat. Diperkirakan butuh waktu pemulihan selama tiga bulan.

“Ketika pertama kali ke RSUD, skor otot Amel hanya 2, yang berarti tangan dan kakinya tidak bisa melawan gravitasi, sangat lemah. Namun sekarang sudah bisa melangkah namun belum sempurna di tubuh bagian kanan,” katanya.

Amel terjatuh dengan posisi terduduk pada 31 Maret 2016. Saat itu, salah seorang temannya menarik kursi yang akan dia duduki. Tiga hari kemudian, bocah 9 tahun itu mulai merasakan gejala kelumpuhan, hingga tangan dan kaki tak bisa digerakkan. (ade)

You might also like

Comments are closed.