Didiek Soepardi: Bangkitkan Kecintaan Sastra lewat Facebook

Didiek Soepardi MS Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Didiek Soepardi MS
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

MENGENALKAN sastra, khususnya puisi agar bisa diterima khalayak menjadi tantangan terberat bagi Didiek Soepardi MS. Melalui grup facebook yang dia buat, Didiek berhasil menjaring anak-anak muda untuk menyukai sastra.

Pria kelahiran Semarang, 57 tahun silam itu ingin mempertahankan misi Kumandang Sastra (KuSas) yang dirancang oleh Victor Roesdianto (Kak Roes) di Radio RRI Semarang untuk mengajak penulis pemula agar berani menulis tanpa ada rasa takut. Didiek merupakan salah satu dari beberapa anak didik Kak Roes dalam dunia penulisan.

Sejak 2010 silam, Didiek mulai dipasrahi untuk mengelola KuSas, seiring usia Kak Roes yang semakin menua. Pemilik nama asli Driya Widia MS itu mengaku nama Didiek Supardi MS sendiri muncul setelah mengikuti KuSas.

“Didiek adalah nama kecilku, sedang nama yang mengikuti di belakang masing-masing nama almarhum ayah dan kakek,” katanya kepada metrosemarang.com.

Empat tahun lalu, bersama anak didik Kak Roes lainnya, Jessica Permatasari Handoyo, Didiek mengajak anak-anak muda untuk menyukai sastra tak hanya lewat siaran radio, melainkan mendirikan grup facebook yang dinamakan Kumandang Sastra. Hasilnya cukup sukses. Kumandang Sastra diserbu dari berbagai kalangan yang merasa ingin belajar sastra, khususnya puisi.

“Lewat grup ini kita tidak membatasi umur bagi yang ingin belajar menulis. Banyak juga yang berusia 40 tahun keatas pada aktif dan antusias mendalami dunia sastra. Memang awalnya malu-malu, tapi lambat laun percaya dirinya muncul,” tambahnya.

Melihat peminat sastra semakin banyak, dua tahun berikutnya Didiek bersama rekan kerjanya, Uun membuat grup facebook Kumandang Sastra Yunior Nusantara. Grup tersebut lebih diarahkan untuk menyemai bibit-bibit muda penulis. Hasilnya pun sangat memuaskan, banyak penulis muda yang bermunculan dan meminta kritik serta saran lewat grup tersebut.

Gagasannya terkait pembuatan group facebook Kumandang Sastra berjalan hingga sekarang. Peminatnya pun tak hanya para pegiat sastra di tanah air, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga sering meminta koreksi puisi-puisinya kepada teman-teman Kumandang Sastra, terutama kepada Didiek. (ans)

 

 

Comments are closed.