Diduga akan Menyuap, Perwira Polisi Digerebek Bawa Sabu

METROSEMARANG.COM – Oknum Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah berpangkat AKP kedapatan membawa sabu-sabu saat digerebek di sebuah rumah makan. Perwira berinisial KW tersebut diduga akan melakukan penyuapan dan diamankan oleh anggota Pengamanan Internal Polri (Paminal) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jateng, Jumat (1/12). 

Ilustrasi. Oknum perwira Polda Jateng ditangkap bawa sabu

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, AKBP Agus Triatmaja membenarkan adanya penangkapan terhadap salah seorang anggota berinisial KW tersebut. 

“Memang benar ada penangkapan anggota atas nama KW. Itu memang sudah lama dicurigai di intai menggunakan narkoba, makanya di lokasi rumah makan itu langsung dilakukan penangkapan dan ditemukan barang bukti sabu,” ujar Agus saat dihubungi wartawan, Sabtu (2/12) sore.

Agus juga mengatakan, anggota yang diamankan tersebut memang sudah lama dicurigai oleh petugas menggunakan narkoba. Namun apakah anggota tersebut melakukan peredaran sabu, pihaknya kini masih melakukan pendalaman.

“Penanganan selanjutnya diserahkan ke Ditresnarkoba. Saat ini yang bersangkutan masih ditahan oleh Propam,” ujarnya.

Semantara, menanggapi adanya informasi yang beredar terkait dugaan tindak penyuapan yang akan dilakukan oleh KW kepada anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, pihaknya juga masih melakukan pendalaman. “Terkait pemberitaan kalau ada penyuapan kita masih dalami kebenarannya,” kata Agus.

Dari informasi yang beredar, KW ditangkap saat hendak melakukan suap kepada anggota BNNP Jateng senilai Rp 500 juta. Tindakan suap tersebut terkait penanganan kasus Christian Jaya Kusuma alias Sancai.

Cristian alias Sancai diamankan petugas BNN Jateng pada 10 November silam, setelah lebih dulu membekuk kurir bernama Dedi dengan barang bukti sabu seberat 800 gram. Sebelumnya ia ditangani oleh Polda Kalimantan Selatan pada tahun 2014 dan sedang menjalani masa hukuman penjara 7 tahun.

Cristian yang berperan sebagai pengendali ini pertama ditahan di Lapas Karang Intan, kemudian dipindah ke Lapas Kedungpane, Semarang, dan dipindah lagi ke Lapas Narkotika Nusakambangan. Hingga akhirnya dipindah ke Lapas Pekalongan.

Berkaitan dengan dugaan suap yang dilakukan AKP KW, Agus menyangkalnya. “Sudah saya cek ke Paminal, penangkapan KW bukan masalah suap tapi karena narkoba. Belum ada yang mengarah ke sana, tapi informasi itu (suap) tetap akan kami kembangkan,” pungkas Agus. (fen)

You might also like

Comments are closed.