Diduga Gelapkan Sertifikat Senilai Rp 825 Juta, Wong Banyumanik Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Diduga melakukan penipuan dan penggelapan sertifikat ruko, JY, warga Banyumanik harus berurusan dengan polisi. Dia dilaporkan dua korbannya, yang sama-sama warga Banyumanik ke SPKT Polrestabes Semarang.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh kuasa hukum korban, yakni, Hartono (55), warga Jalan Taman Satrio Manah III, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (25/11) siang. Korbannya adalah dua warga Jalan Perum Villa Mutiara Tembalang Blok B-5, Banyumanik, Semarang, berinisial AMK dan JK.

Kejadian bermula saat kedua korban membeli dua unit ruko  yang berada di Jalan Argomulyo Mukti Raya, Semarang pada tanggal 29 April 2013 dan 28 Agustus 2014 lalu. Dalam pembelian dua unit ruko tersebut keduanya telah memberikan uang senilai Rp 825 juta kepada terlapor.

“Uang itu sudah dibayarkan kepada terlapor. Setelah itu surat-surat terkait tanah dan ruko itu dijanjikan akan dibalik namakan atas nama korban,” tutur Hartono kepada petugas Mapolrestabes Semarang.

Namun seiring berjalannya waktu, surat-surat tersebut belum juga dibaliknamakan. Setelah dicek ternyata diketahui surat-surat tanah dan ruko tersebut malah sudah dijaminkan di  BPR Gunung Rizki, Jalan Soekarno-Hatta, Semarang. “Tanpa sepengetahuan korban, suratnya itu ada di BPR. Korban sudah coba mengkonfirmasi yang bersangkutan, tapi belum ada respons baik,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, korban melalui Hartono kemudian memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut melalui jalur hukum. Pihak korban telah resmi melapor ke Polrestabes dengan nomor laporan LP/B/1858/XI/2014/Jtg/Restabes.

“Laporannya kami terima dan sudah dilimpahkan ke Reskrim untuk penanganannya. Terlapor diduga telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan” kata Kanit II SPKT Polrestabes Semarang, AKP Sapari. (yas)

You might also like

Comments are closed.