Diduga Terlibat Sindikat Penipuan, Lima WNA Segera Dideportasi

METROSEMARANG.COM – Sebanyak lima warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang sempat diringkus di Jalan Kawi Semarang, dipastikan akan dideportasi oleh pihak berwajib.

Penyerahan lima WNA yang diduga anggota sindikat penipuan International, Selasa (25/7) malam. Mereka segera dideportasi dari Indonesia. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan berkas perkara kelima warga asing itu saat ini sudah diserahkan kepada Kantor Kemenkumham Jateng untuk ditindaklajuti lebih jauh.

“Sudah kita serahkan kepada pihak Kanwil Kemenkumham untuk kemudian  dideportasi. Sedangkan untuk penindakannya telah dikoordinasikan dengan tim Mabes Polri,” ungkap Condro usai menghadiri sertijab Kepala Kemenkumham Jateng dan Yogyakarta di Jalan Dr Cipto Semarang, Rabu (2/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, lima orang Warga Negara Asing (WNA) dibawa ke Markas Polrestabes Semarang, Minggu (23/7) malam. Mereka digiring dari rumah mewah di Jalan Kawi Raya No 48, Semarang yang diduga jadi sarang sindikat penipuan jaringan internasional.

Ia mengaku terus mendalami keterlibatan lima warga asing itu dalam dugaan sindikat penyelundupan jaringan internasional. Tim gabungan Mabes Polri, kata Condro sudah menyambangi ke Semarang untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Apakah mereka ada keterkaitan dengan jaringan internasional (yang ditangkap) di Jakarta, Bali atau Surabaya, sekarang masih diselidiki lebih mendalam,” bebernya.

Sementara itu, Bambang Rantam Sariwanto, Sekretaris Jenderal Kemenkumham membenarkan ihwal tindakan deportasi yang dilakukan pihaknya bagi lima warga asing itu.

“Ya kalau ada perintah maka akan kita deportasi langsung sambil kami memaksimalkan pergerakan tim pengawasan orang asing (pora) sekaligus memperbaiki perangkat teknologi informasinya,” cetusnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memperketat penerbitan KITAS agar masuknya warga asing dapat dibatasi.

“Kita harus melakukan langkah-langkah untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Sehingga kejadian ini tidak terulang lagi,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.