Digelar Dua Hari, 12 Ribu Peserta bakal Meriahkan Prosesi Dugderan

METROSEMARANG.COM – Sekitar 12.000 orang bakal meramaikan prosesi Dugder menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1438 H di Lapangan Simpang Lima, Rabu (24/5) dan di Balai Kota, Kamis (25/5).

Prosesi Dugderan 2017 akan digelar dua hari, Rabu (24/5) dan Kamis (25/5). Foto: metrosemarang.com/dok

Pemkot Semarang menyelenggarakan prosesi Dugder ini bersama Pengurus Masjid Kauman, Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

”Temanya ‘Dugderan Meneguhkan Tekad Meraih Semarang Hebat’, yang mengandung arti agar seluruh warga Semarang menyatukan hati, meneguhkan tekad bersama-sama membangun Semarang Hebat dan masyarakat sejahtera,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri, Senin (22/5).

Karnaval di Simpang Lima akan dimulai pukul 06.00 WIB. Ia menerangkan, akan diikuti oleh anak-anak TK hingga SMP/MTs yang menampilkan beragam seni tradisional yang unik. Mulai pasukan warak, kesenian lokal, kembang manggar, drum band, pasukan Bhinneka Tunggal Ika, visualisasi tari dan kera ekor panjang serta seni olah raga sepeda roda satu.

”Rutenya dari Lapangan Simpanglima ke Jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Menteri Supeno (Taman KB),” katanya.

Sementara karnaval di halaman Balai Kota akan diikuti pasukan Drumband PIP. Kemudian pasukan Muhammadiyah, NU, Kementerian Agama, siswa-siswi SMA/SMK, perguruan tinggi, hotel dan perusahaan, organisasi kepemudaan, komunitas seniman, 16 kecamatan, Bendi Hias dan Kereta Kencana yang dinaiki wali kota dan istri selaku Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat.

Masdiana menuturkan, mereka akan melaksanakan karnaval mulai dari balai kota pukul 12.15 WIB. Melewati Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman Semarang dan berakhir di Jalan Kolonel Sugiyono (sebelah timur Hotel Dibya Puri).

Sampai di perempatan jalan menuju Masjid Kauman, rombongan wali kota akan disambut dengan kesenian dari Masjid Kauman dan kaum difabel. Prosesi utama karnaval Dugder yaitu penyerahan Suhuf Halaqoh dari alim ulama Masjid Kauman kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat, untuk dibacakan kepada seluruh warga Kota Semarang.

Setelah pembacaan Suhuf Halaqoh dilanjutkan pemukulan bedug (dug dug dug) yang disertai suara meriam (der der der), yang menjadi asal mula kata Dugderan. Sebelum meninggalkan prosesi Masjid Kauman, wali kota akan membagikan makanan Ganjel Rel serta air khataman Alquran kepada para pengunjung.

”Makna dari makanan Ganjel Rel adalah manusia menjelang puasa harus bisa menata hati, hal-hal yang merasa ngganjel (perbuatan jelek) harus direlakan dan ditinggalkan. Supaya hati bersih maka diberi minuman yaitu air khataman Alquran,” terang Masdiana.

Selanjutnya, wali kota dan rombongan menuju MAJT melalui Jalan Kartini. Sampai di Jalan Jolotundo akan disambut dengan kesenian dari Kecamatan Semarang Timur, Genuk, Gayamsari, dan Drumband AMNI serta kesenian lain dari Pemprov Jateng dan juga MAJT.

Acara utama di MAJT adalah penyerahan Suhuf Halaqoh yang dibawa Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat dari Masjid Kauman, diserahkan kepada Raden Mas Tumenggung Probohadikusuma (Gubernur Jawa Tengah) untuk diumumkan kepada seluruh warga Jawa Tengah. (duh)

You might also like

Comments are closed.