Digugat di PTUN, Pemkot Belum Bisa Tutup Pabrik PT Havindo

METROSEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan belum bisa mengambil langkah tegas untuk melakukan penutupan operasional pabrik PT Havindo Pakan Optima yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Blok 11 C Kawasan Industri Candi, Semarang.

Proses pengolahan pakan ternak PT Havindo Pakan Optima dikeluhkan warga. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, pemerintah melalui Walikota Semarang Hendrar Prihadi diakui memang telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pencabutan Izin Lingkungan terhadap PT Havindo Pakan Optima.

Namun demikian, belum bisa melakukan eksekusi penutupan pabrik karena PT Havindo Pakan Optima melakukan perlawanan. Pabrik yang berada di daerah Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan itu telah melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

‘’Saat ini proses hukum masih berlangsung. Sehingga eksekusi penutupan pabrik belum bisa dilakukan,’’ kata Gunawan Saptogiri, Minggu (29/4).

Dia menjelaskan, eksekusi penutupan pabrik menunggu hasil putusan sidang di PTUN Semarang. Namun dia memastikan, proses diterbitkannya SK Pencabutan Izin Lingkungkan terhadap PT Havindo Pakan Optima telah sesuai dengan proses yang seharusnya.

Sebelum mengeluarkan pencabutan izin lingkungan, lanjutnya, pihaknya telah melakukan tahapan mulai dari memberikan peringatan dan sanksi administrasi.

‘’Tetapi mereka tetap berjalan (beroperasi), maka tahap selanjutnya kami melakukan pembekuan izin, mereka masih tetap jalan juga. Karena tidak menghiraukan, akhirnya kami lakukan pencabutan izin lingkungan. Ada proses tiga kali sebelum pencabutan izin,” tegasnya.

Seperti diketahui, pabrik pakan ternak PT Havindo Pakan Optima di Kawasan Industri Candi telah diprotes oleh warga di sekitarnya. Bahkan ratusan karyawan dari pabrik perusahaan lainnya di kawasan itu telah melakukan aksi demonstrasi di balaikota menuntut penutupan pabrik.

Mereka menilai pabrik pakan ternak tersebut telah melakukan pencemaran lingkungan barupa dampak bau tidak sedap, banyak kutu berterbangan dan berisik. (duh)

You might also like

Comments are closed.