Diikuti 15.000 Pelajar, Hendi Ingin Karnaval Dugderan jadi Simbol Pemersatu Perbedaan

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 15.000 pelajar TK hingga SMP di seluruh Kota Semarang turut memeriahkan karnaval Dugderan yang digelar mulai dari Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang dan berakhir di Taman Menteri Sepeno, Rabu (24/5). Terbagi menjadi 16 kelompok kecamatan, para peserta mempertontonkan berbagai kreasi terutama busana.

Karnaval Dugderan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Rabu (24/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Miniatur Warak Ngendog juga turut memeriahkan pawai tahunan yang diselenggarakan setiap menyambut datangnya bulan Ramadan ini. Dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, diharapkan karnaval ini dapat menjadi sebuah pemersatu perbedaan yang ada di masyarakat Kota Semarang khususnya.

“Ini juga mendasari segala umat hidup rukun meskipun memiliki perbedaan agama di Kota Semarang ini,” ujar Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam sambutannya.

Wali Kota Hendrar Prihadi melepas peserta Karnaval Dugderan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Rabu (24/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Tak hanya itu, Karnaval Dugderan ini juga merupakan sebuah wujud nguri-uri Budaya Semarang yang sudah terselenggara sejak tahun 1881 lalu. “Waktu itu untuk menyepahamkan masyarakat Kota Semarang yang waktu itu berbeda pendapat terkait dimulainya bulan puasa,” tambah Hendi.

Selain itu, Lanjut Hendi, Karnaval Dugderan juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan di antara para peserta yang mayoritas masih berusia belasan tahun itu.

Sementara itu salah satu pengunjung, Dini mengaku terpukau dengan karnaval ini. Meskipun baru pertama kali menyaksikan tapi namun menurutnya karnaval ini sangat meriah. “Suka Mas, soalnya tadi liat banyak anak kecil juga, lucu-lucu dandanannya,” ujarnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.