Dijaga 1.073 Polisi, May Day di Semarang Berlangsung Damai

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 1.073 personel gabungan dari Polrestabes Semarang, TNI, dan Polda Jawa Tengah amankan May Day di Kota Semarang. Peringatan Hari Buruh yang dipusatkan di GOR Tri Lomba Juang Semarang berlangsung kondusif.

Peringatan May Day di GOR Tri Lomba Juang, Senin (1/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Memang ini karakter warga Kota Semarang, mereka menghargai apa itu kebhinekaan, apa itu perbedaan sehingga segala sesuatu masih dalam koridor koridor yang telah diatur, baik itu bipartit antara buruh dan perusahaan maupun tripartit dengan pihak pemerintah,” kata Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setijo Nugroho, Senin (1/5) siang.

Untuk teknis pengamanan sendiri, pihak kepolisian melakukan pengawalan dari mulai titik kumpul hingga menuju ke GOR Tri Lomba Juang. Dalam hal ini pihak kepolisian melibatkan polsek-polsek, lantaran tempat kumpul terbagi di beberapa titik. “Kita juga mengawal kembali ke tempat berkumpulnya mereka masing masing setelah acara selesei,” tambah Setijo.

Setijo juga mengatakan, jumlah massa yang dilaporkan mencapai 10.000 orang tampaknya tidak sesuai dengan jumlah massa yang datang. “Diperkirakan yang mereka ajukan sekitar 10.000 namun situasi kondisi sekarang yang kita lihat sekitar tidak sampai 5.000 buruh,” beber Setijo.

Sementara, dengan mengusung tema ‘Buruh Bersatu Tegakkan Hukum Ketenagakerjaan’ massa menyuarakan berbagai tuntutan. Mulai dari minimnya upah buruh hingga kurangnya kesejahteraan dalam pemenuhan hak-hak normatif bagi para buruh.

“Kota Semarang sebagai ibu kota metropolitan yang upahnya jauh (dibawah) dibandingkan ibukota metropolitan yang lain, jadi kami menyerukan bahwa cabut PP 78/2015 sekarang juga,” ujar Heru Budi Utoyo,  Kepala DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang.

Menurutnya peraturan tersebut sesungguhnya belum dapat mengakomodir kebutuhan hidup secara riil bagi seorang buruh di Kota Semarang. Selain itu ia juga mengatakan bahwa dalam survey dan penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tidak dilaksanakan oleh Dewan Pengupahan.

Aksi May Day di Tri Lomba Juang berlangsung sekitar 4 jam. Sekitar pukul 13.00 massa mulai membubarkan diri dan kembali ketempat masing-masing dengan tertib dan kondusif. (fen)

You might also like

Comments are closed.