Dijerat Pasal Berlapis, Dua Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online Terancam Hukuman Berat

METROSEMARANG.COM – Dua tersangka pelaku pembunuhan driver taksi online terancam hukuman berat. Mereka bakal dijerat pasal berlapis dan salah satunya tentang pembunuhan berencana.

Dua tersangka pembunuhan driver taksi online terancam hukuman berat. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Kalau ancaman hukuman tetap sama, cuman perlakuannya yang berbeda jika masa penahanan tersangka dewasa 20 hari, untuk anak di bawah umur hanya setengahnya atau 10 hari,” ujar Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna saat dihubungi metrosemarang.com, Selasa (23/1) petang.

Meski di bawah umur, lanjut Suwarna, mereka diancam dengan pasal sesuai hukum yang berlaku. Mereka diancam Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) ke 2 dan (4) ke 4 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Selain itu, Suwarna menjelaskan meski pasal yang disangkakan sama, namun dalam sidang nantinya aturan main antara tersangka dewasa dengan tersangka di bawah umur mempunyai perlakuan yang berbeda.

“Jadi nanti bisa saja dikenakan dengan pidana atau mungkin dikembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan, atau bahkan dititipkan ke tempat pembinaan lain,” imbuh Suwarna.

Dari hasil pengembangan sementara, kedua tersangka memang diperkirakan sudah merencanakan aksinya jauh-jauh hari sebelumnya. Hal itu karena diketahui, lantaran salah satu dari dua tersangka sempat mengajak kawan lainnya untuk melakukan aksi keji tersebut.

“Awalnya ada tiga orang lagi yang diajak utuk melakukan tindakan ini, tapi katanya nggak mau dan nggak berani, lalu beraksilah keduanya,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1) siang.

Karena memenuhi unsur perencanaan, maka keduanya dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Meski demikian karena usia keduanya masih di bawah umur maka diperkirakan hukumannya akan lebih ringan.

Untuk diketahui, kedua tersangka pembunuhan yang menewaskan driver taksi online, Deni Setiawan (25) adalah IBR (16) dan DIR (15). Mereka merupakan siswa kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang. Keduanya diringkus di rumahnya pada Senin (22/1) malam atau dua hari setelah mereka mengeksekusi korban.

Tidak Menonjol

Ditangkapnya dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atas kasus pembunuhan driver taksi online membuat geger rekan-rekan sekolahnya. Salah satu sosok pelaku berinisial IBR yang sebelumnya tidak terlalu terdengar, kini jadi bahan perbincangan rekan sekolah maupun warganet.

Rekan satu angkatan pelaku yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya tidak begitu mengenal IBR. Dia tidak berani berkomentar banyak mengenai keseharian IBR.

“Setahu saya tidak terlalu menonjol prestasi maupun kenakalannya. Di sekolah biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa,” katanya ketika ditemui pada saat jam pulang sekolah, Senin (23/1).

Ditanya mengenai latar belakang keluarga dan lingkungan pergaulan sepulang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), teman sekolah pelaku pun mengaku tidak tahu banyak.

Sebelumnya, IBR dan DIR dibekuk Polisi lantaran bertanggungjawab atas hilangnya nyawa seorang driver taksi online bernama Deni Setiawan. Jasad Deni ditemukan di daerah Sambiroto dengan luka menganga di bagian leher pada Sabtu (20/1) malam. Berselang beberapa waktu kemudian, mobil Grand Livina milik korban ditemukan di Jalan HOS Cokroaminoto. (fen/ade)

You might also like

Comments are closed.