Dikira Batu Besar di Pinggir Banjir Kanal Timur, Eh Ternyata Mortir

mortir
Mortir yang ditemukan di tepi Banjir Kanal Timur wilayah Pandean Lamper. (foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto)

 

SEMARANG – Sejumlah warga digemparkan dengan penemuan sebuah mortir saat sedang melakukan pembongkaran rumah-rumah di tepi sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Mortir tersebut pertama kali ditemukan Catur Wahyudi, seorang warga di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang.

Mortir itu ditemukan Catur pada Kamis petang (12/4) pukul 17.50 WIB. Penemuan mortir itu berawal saat Catur asyik menonton aktivitas pembongkaran rumah-rumah warga di sepanjang tepi BKT. Ia semula mengira mortir itu merupakan batu besar. Namun, perkiraannya meleset jauh.

“Saya temukan seberang kali kecil. Saya dibantu teman kemudian mengangkat benda itu. Saat saya bersihkan, ada runcing-runcingnya. Ternyata sebuah mortir,” kata pria 28 tahun tersebut, di lokasi kejadian.

Kaget usai mendapati sebuah mortir ditengah puing rumah tetangganya, ia lalu mencoba mengukur berat benda tersebut. Rupanya, menurut Catur, berat mortir mencapai 50 kilogram dengan panjang 40 sentimeter.

“Diameternya kira-kira 10-15 senti,” sergahnya. Mendapati temuan tersebut, ia bergegas melapor ke Polsek Gayamsari. Petugas setempat lalu menindaklanjuti temuan mortir di Pandean Lamper.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Wahyuni Sri Lestari terjun ke lokasi untuk menyelidiki asal-muasal mortir itu. Ia meminta kepada warga agar tak mendekat ke lokasi kejadian. “Kami masih kordinasi dengan Tim Gegana Jibom Satbrimob Polda Jateng. Kemungkinan aktif ada,” ungkap Wahyuni.

Tim Gegana yang tiba di lokasi pukul 21.10 WIB kemudian mengamankan mortir tersebut. Regu penjinak bom selanjutnya mengevakuasi mortir untuk diangkut ke Mako Satbrimob Polda Jateng. (far)

 

You might also like

Comments are closed.