Dilarang Beroperasi, Driver Bentor Protes di Balai Kota

METROSEMARANG.COM – Belasan kendaraan becak bermotor (bentor) tiba-tiba mendatangi halaman Balai Kota Semarang sekitar pukul 11.00, Senin (7/8). Mereka bermaksud akan melakukan aksi demo utuk memprotes adanya larangan bentor beroperasi mengangkut penumpang di jalan raya.

Pengemudi becak motor protes karena dilarang melintas di jalan räya. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kendaraan bentor tersebut diparkir di bahu Jalan Pemuda sambil dijaga puluhan petugas Satpol PP Kota Semarang. Namun aksi tak kunjung dimulai karena menunggu pengemudi bentor lainnya dan ketuanya yang tak kunjung datang. Akhirnya aksi batal dan pengemudi bentor membubarkan diri.

Salah satu pengemudi bentor Kasmijan, sebelum membubarkan diri menyampaikan unek-unek dan tuntutannya. Mereka mengaku mengecam adanya larangan bentor beroperasi mengangkut penumpang. Sebab mereka merasa juga punya kewajiban untuk mencari nafkah demi keluarga.

”Kami ditangkapi petugas karena dianggap tidak layak untuk angkutan penumpang. Becak kami bahkan ditarik petugas,” kata Kasmijan.

Dia mengatakan, modifikasi becak diberi motor biayanya tidak murah. Untuk menambah dengan mesin parut kelapa sehingga menjadi bentor sedikitnya dirinya habis uang Rp 3 juta. Teman-temannya bahkan ada yang pakai mesin diesel dan lainnya yang harganya lebih mahal.

”Kalau ngayuh terus kami capek dan juga saingan tambah berat, karena (pengayuh becak) yang lain sudah pakai mesin duluan, masyarakat sekarang juga pilihnya yang serba cepat,” katanya.

Para pengemudi bentor menuntut agar tetap dibolehkan beroperasi di jalan raya. Biarkan masyarakat yang memilih untuk naik bentor atau angkutan transportasi umum lainnya. Apalagi anggota bentor di Kota Semarang saat ini jumlahnya semakin banyak ada sekitar 25 anggota. (duh)

You might also like

Comments are closed.