Diminta Pindah, PKL Barito Pertanyakan Peta Kerja Normalisasi BKT

METROSEMARANG.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito yang berada di wilayah Kelurahan Karang Tempel Kecamatan Semarang Tengah mempertanyakan peta pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Sampai saat ini baik Dinas Perdagangan maupun BBWS Pemali Juwana dianggap tidak pernah mau menunjukkan.

Sosialisasi PKL Barito, Selasa (28/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Kami cuma mau tahu saja, seperti apa rencana kerja dari pemerintah terkait normalisasi sungai BKT ini. Pak Fajar (Kepala Dinas Perdagangan) saja, saya tanya juga bilangnya belum lihat, gimana ini ?,” kata seorang PKL Barito, Abu Sahiri, saat sosialisasi normalisasi BKT yang kembali dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang di Karang Tempel, Selasa (28/11).

Sosialisasi diikuti puluhan PKL Barito blok A-H yang berada di wilayah Karang Tempel. Abu Sahiri menyatakan, sampai saat ini peta kerja pembangunan normalisasi BKT tak kunjung diperlihatkan kepada pedagang. 

Padahal, katanya, pedagang tidak memiliki iktikad jelek untuk menghambat rencana normalisasi. Hanya ingin melihat sejauh mana letak kios para pedagang, apakah memang melanggar garis sepadan sungai.

Pedagang siap jika pemerintah melakukan relokasi ke tempat yang telah disediakan. ”Kalau opsi terakhir memang harus pindah, kami hanya akan minta agar (pedagang) yang ilegal tidak disamakan dengan kami yang resmi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan bahwa relokasi di Pasar Klitikan Penggaron pasti akan diprioritaskan bagi pedagang yang resmi terdaftar di dinasnya. Sehingga PKL diminta tidak perlu khawatir tidak dapat lapak di Pasar Klithikan.

Dijelaskan, saat ini pemenang lelang proyek normalisasi BKT tinggal menunggu surat perintah kerja dari Kementerian Keuangan. Sedangkan untuk proyek Pasar Klitikan  progressnya juga saat ini sudah mencapai 90 persen.

”Kami sudah komunikasi dengan BBWS pertengahan Desember sudah akan dibangun normalisasi BKT, dari Jembatan TI sampai muara akan diukur apakah benar panjangnya ada 6,7 Km. Setelah itu awal Februari PKL Barito harus pindah semua ke Klithikan,” terangnya.

Ditambahkan, agar rencana relokasi PKL tidak menemui kendala dari hulu sampai hilir, pihaknya akan kembali melaksanakan sosialisasi bagi PKL Barito di 11 kelurahan. Sedangkan untuk hunian liar di wilayah Barito saat ini sudah ada beberapa yang pindah ke Rumah Susun di Kudu. (duh)

You might also like

Comments are closed.