Dinas Penataan Ruang Belum Putuskan Revisi DED Pasar Johar

METROSEMARANG.COM – Dinas Penataan Ruang Kota Semarang yang menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan Pasar Johar belum memutuskan untuk merivisi desain itu. Ditegaskan DED sudah disusun berdasarkan masukan semua pihak terkait khususnya pedagang.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto
Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan, penyusunan DED sudah melibatkan pedagang sesuai dengan mekanisme. Rencana pembangunan pasar meliputi bangunan konservasi, non konservasi, dan alun-alun.

”Kalau ada pihak terutama pedagang yang menghendaki alun-alun yang direcanakan dalam DED dipersempit, itu kami menduga karena pedagang ingin membangunya sebagai lapak,” kata Agus Riyanto, saat audiensi dengan Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang di Kantor Dinas Penataan Ruang, Selasa (21/2).

Ditegaskan, pembahasan perencanaan pembangunan Pasar Johar sudah melalui berbagai kegiatan termasuk seminar dengan melibatkan semua pihak terkait. Termasuk pedagang yang sesuai mekanisme tidak semua diajak dalam kegiatan karena jumlahnya ribuan, sehingga hanya perwakilan.

”DED yang disusun adalah hasil rangkuman dari masukan-masukan yang diperoleh dalam kegiatan-kegiatan tersebut,” ujarnya.

Agus Riyanto menyebutkan, DED Pasar Johar yang disusun tersebut sudah final. Tapi terkait adanya desakan dari para pedagang agar direvisi itu belum diputuskan. Namun seandainya direvisipun ditegaskan tidak akan ada pengaruhnya pada pekerjaan pembangunan pasar.

”Karena tahun ini pekerjaannya baru perbaikan bangunan-bangunan konservasi yang terkena dampak kebakaran pasar. Bangunan heritage atau konservasi dipertahankan. Sedangkan yang akan dibangun 6 lantai adalah bagian pasar yang non konservasi,” tegasnya.

Sebelumnya para pedagang melakukan aksi demo di balai kota kemarin untuk meminta Pemkot Semarang merevisi DED Pasar Johar karena akan dibangun 6 lantai. Pedagang menghendaki pasar cukup dibangun maksimal 3 lantai, jika lebih dikhawatirkaan pasar akan sepi pembeli. (duh)

You might also like

Comments are closed.