Dinilai Gagal, Semarang Night Carnival 2016 Banjir Kritikan

METROSEMARANG.COM – Semarang Night Carnival 2016 yang digelar pada Sabtu (7/5) menuai banjir kritikan. Pagelaran yang sudah kali ke enam itu dinilai gagal dan mengecewakan.

Kritik terkait SNC 2016 bertebaran di social media. Netizen Semarang ramai-ramai melontarkan komentar melalui Facebook, Instagram, maupun Twitter. Mayoritas menyatakan kecewa dengan SNC 2016.

Komentar di Facebook bisa dilihat pada Grup MIK Semarang. Ada dua postingan terkait SNC di grup beranggotakan lebih dari 11 ribu akun ini. Satu diantaranya postingan Johan Surya yang menanyakan pendapat anggota grup tentang SNC. “Apakah Anda menikmati dan terhibur dgn kemeriahan acara SNC?,” tulisnya pada Minggu (8/5) dini hari.

Semarang Night Carnival 2016 dinilai tidak lebih baik dari penyelenggaraan sebelumnya. Event tahunan ini menuai kritikan di social media. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Semarang Night Carnival 2016 dinilai tidak lebih baik dari penyelenggaraan sebelumnya. Event tahunan ini menuai kritikan di social media. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Hingga Senin pukul 20.30 WIB, status Johan Surya sudah dikomentari 90 akun. Macam-macam keluhan netizen. Beberapa menulis jadwal yang molor, rute dan lebar jalan tidak memadai, pengaturan penonton semrawut, dan sebagainya.

Salah satunya komentar Purnomo Setiawan, “Tidak bisa dinikmati. Rutenya kurang pas, jalan yang dilewati kurang lebar, penonton harus berdesak desakan, peserta juga kurang leluasa. Seharusnya diselenggarakan di jalan yang lebar minimal jalan 2 arah seperti jalan pemuda /pandanaran…. Itu masih diluar faktor cuaca.”

Ada juga Cacik Dwi Handayani mewakili orang tua yang anaknya ikut sebagai peserta SNC. Ia menulis, ”Saya salah satu ibu dr anak yg ikut snc thn ini,ternyata ribet,dandan dari jam 2 kumpul di gereja gedangan jam 4,acara mulai jam 7 lbh,harus berdiri ber jam jam dng kostum yg wow beratnya…bahkan sampe ada yg pingsan,krn capek dan lelah.” 

Komentar menarik lain dari akun Pak Bambang Pringgo, “SNC menurutku DUPLIKASI dr Jember Fashion Carnival dan Solo Batik Carnival. JFC dan SBC punya Trade Mark sendiri. Yaaaa.. beginilah kalo Nyontek. Mbok ya semarang punya ide karnaval sendiri… Misal dgn Brand Lawang Sewu dikenal horor… Semarang Horor Festival…. lebih ASLI semarang”

Di instagram, salah satu yang bisa dilihat adalah postingan di akun Wisata Semarang. Akun ini memposting  foto peserta SNC 2016 dengan kostum cantiknya. Dari 71 komentar di postingan ini, hampir semuanya adalah kritikan dan kecaman untuk SNC 2016.

Akun IG onadlicious menulis “dari tahun tahun sebelumnya juga kurang beres. jujur saja rasanya seperti asal2an bikinya. kurang terkonsep dengan matang. terkesan cuma sekedar untuk memenuhi agenda tahunan doang. masih bagusan event2 anak sekolah. Hmmmm.. coba disbudpar dan instansi terkait menggandeng anak muda kreatifnya semarang untuk turut mengonsep atau urun rembug terkait acara ini… cc @pemkot_semarang @hendrarprihadi @ganjar_pranowo” 

Akun mirsa.riski menyoroti penutupan Kota Lama yang membuat penumpang kereta kesulitan mencapai Stasiun Tawang. “iya bener tuh. ga jelas acara nya. salah ngambil tempat. kasihan yg pada mau arah k stasiun. aksesnya macet kabeh.”

Di Twitter, lagi-lagi macet dan pilihan tempat yang banyak menjadi sorotan. Salah satunya akun @anna_citra:  “lain kali bilang aja kalo mau pinjem jalan buat acara #SNC2016. gak usah pake ngiklan dimana mana. udah bikin macet gak bisa ditonton lagi”.

Hendro Widitomo melalui akun @sirdevilito menyayangkan event sebesar SNC harusnya bisa digarap maksimal sebagai magnet wisata Kota Semarang. “Magnet wisata yg ga digarap maksimal. Ikut malu sama temen2 luar kota yang dateng #SNC2016.” (twy)

You might also like

Comments are closed.