Dinkes Jateng Terjunkan Tim Peneliti Virus Zika

Tenaga medis RSUP Dr Kariadi tengah memeriksa ruangan isolasi khusus pasien virus Zika di lantai VI Gedung Rajawali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Tenaga medis RSUP Dr Kariadi tengah memeriksa ruangan isolasi khusus pasien virus Zika di lantai VI Gedung Rajawali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah segera menerjunkan tim peneliti untuk melacak penyebaran virus Zika di daerah endemis demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan tim peneliti berasal dari Balai Besar Pengendalian Vektor Salatiga dan para dokter di organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Sudah kita usulkan kepada Pak Gubernur untuk mengerahkan tim peneliti supaya bisa mempelajari potensi penyebaran virus Zika apalagi virus ini gejalanya mirip demam berdarah,” kata Yulianto, kepada metrosemarang.com, Kamis (4/2).

Daerah endemis DBD yang dijadikan sampel penelitian virus Zika yakni di Magelang, Jepara dan Kota Semarang. Ketiga daerah itu punya tren penularan DBD yang terus naik setiap tahunnya.

Jepara, menurutnya, jadi sampel kajian virus Zika karena punya angka insident rate DBD tertinggi di Jawa Tengah. Selama 2015, ia menyebut ada 100 kasus DBD yang muncul dari total penduduk Jepara yang mencapai kurang lebih 100 ribu. Kabupaten Magelang dan Kota Semarang juga jadi sampel karena angka penularan DBD cukup tinggi.

Saat ini, tambah Yulianto, pihaknya sedang merancang skema penelitian termasuk penggunaan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah. “Sekarang baru kita rancang termasuk pembiayaannya. Namun yang pasti akan kita laksanakan dalam waktu dekat,” sambungnya.

Ia mengemukakan fenomena virus Zika patut diwaspadai karena bisa menyerang janin di rahim para ibu. Ia bilang gejala Zika hampir mirip DBD, lantaran sama-sama ditularkan dari gigitan nyamuk aedes aigypty.

Hanya saja dampak yang ditimbulkan berbeda dengan DBD. Bila bayi terserang virus Zika maka pada bagian kepalanya akan membesar sedangkan DBD akan membuat seseorang mengalami demam tinggi hingga tujuh hari.

“Untuk Zika belum ada temuan tapi untuk DBD di bulan Januari sudah ada 1.014 kasus yang muncul di 35 kabupaten/ota. Dan 15 orang di antaranya meninggal dunia. Kejadiannya ada di Cilacap, Purworejo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Pati, Jepara, Tegal dan Semarang. Meski begitu, penyebaran DBD kini mulai cenderung menurun dibanding tahun lalu pada bulan yang sama,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.