Dinsos Temukan Banyak Anak Dipaksa Jualan Koran

METROSEMARANG.COM – Ratusan anak jalanan kedapatan dipaksa oleh orangtuanya untuk berjualan koran di pinggi jalan raya kota Semarang. Temuan tersebut mencuat tatlala Dinas Sosial (Dinsos) menggelar jambore solidaritas anak jalanan di taman wisata Grand Maerokoco, Minggu (21/5).

Jambore solidaritas anak jalanan di Grand Maerakaca, Minggu (21/5). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto 

“Jualan koran disuruh ibu. Sehari enggak menentu. Kadang ya dapat Rp 20 ribu,” aku Muhammad Gibran, seorang bocah jalanan saat ditemui di sela acara jambore.

Menurutnya berjualan koran bukanlah pilihan hidupnya. Ia bilang sebenarnya masih ingin bermain dengan teman sebayanya sepulang sekolah. “Jualan koran capek. Enakan sekolah bisa main-main,” cetus bocah kelas 2 SD tersebut.

Di tempat yang sama, Tommy Yarmawan Said, Kepala Dinsos Kota Semarang memperkirakan ada ratusan anak yang dipekerjakan sebagai pedagang koran di jalanan. Temuan kasus itu berada di urutan tertinggi setelah kasus eksploitasi anak yang dijadikan sebagai pengemis.

Temuan tersebut ia dapatkan dari petugasnya yang kerap berkeliling memantau peredaran anak jalanan di pusat perkotaan. “Paling banyak anak-anak disuruh berjualan koran, perdagangan anak dan dijadikan pengemis,” kata Tommy.

“Dugaan saya kebanyakan memang modusnya seperti itu. Mereka biasanya ditekan dan dieksploitasi orangtuanya,” terangnya.

Karena itulah, ia menyampaikan terus berupaya memberikan motivasi kepada mereka agar tidak lagi hidup di jalanan.

Ia secara bertahap akan memberikan pemahaman supaya tiap anak mau merubah pola hidupnya. Upayanya yakni dengan membekali latihan-latihan peningkatan keterampilan sembari memberi gambaran bahwa apa yang mereka lakukan selama ini menyalahi aturan.

“Kita akan berikan program pelatihan buat mereka sehingga pola pikirnya dapat diubah tidak selalu memikirkan uang semata melainkan juga masa depannya kelak,” ungkap Tommy.

Sedangkan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Semarang, Tri Waluyo menyebut ada sebanyak 435 korban eksploitasi anak yang telah terdeteksi di wilayahnya.

Ia mengatakan akan meningkatkan koordinasi dengan para pemerhati anak serta aparat Polrestabes Semarang untuk menindak pelaku eksploitasi anak. Warga, kata Tri diminta berani melaporkan bila ditemukan indikasi perdagangan anak di tiap kecamatan.

“Pelakunya harus ditindak tetapi bagi korbannya juga dicegah biar tidak melakukan tindakan serupa,” tegasnya. (far

You might also like

Comments are closed.