Dipulangkan dari Ketapang, Pria Eks Gafatar Alami Gangguan Jiwa

Pemeriksaan eks anggota Gafatar di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (27/1) malam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pemeriksaan eks anggota Gafatar di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (27/1) malam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Bambang Hermawan, mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Sleman DIY mengalami gangguan jiwa, saat tiba bersama ribuan orang lainnya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (27/1). Saat ini, pria berusia 35 tahun itu telah ditangani tim kesehatan lalu dibawa ke Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali.

“Dia menderita gejala Skizofrenia Tak Terinci. Ini sejenis gangguan jiwa,” kata Lettu Irwan Djunaedi, anggota Deskeslam Kodam IV Diponegoro, Rabu (27/1) malam.

Bambang, diketahui dipulangkan seorang diri dari Ketapang Kalimantan Barat. Tim dokter yang mendeteksi gangguan jiwa langsung memasukan Bambang ke dalam mobil ambulans untuk diberangkatkan ke Donohudan.

“Kemungkinan punya penyakit menahun jadi agak tertekan begitu dibawa ke Semarang,” ujar Irwan.

Selain Bambang, Irwan mengungkapkan, tim medis juga mengevakuasi dua mantan pengikut Gafatar lainnya yang sakit diatas kapal. Yang pertama atas nama Sri Endahwati, berusia 34 tahun yang mengaku berasal dari Lampung. Saat dibawa ke pos kesehatan, Endah memakai kursi roda karena mengalami pendarahan kehamilan (Abortus Imina).

“Endah kita rujuk ke RSUD Moewardi Solo karena ada sedikit pendarahan pada perutnya. Dia sudah dua hari lemas di dalam kapal,” sambung Irwan.

Pengungsi eks Gafatar lainnya, Suparti juga harus pakai kursi roda saat keluar dari kapal. Ia mengidap penyakit gula (diabetes miletus) dan darah tinggi (hipertensi). Ketika dibawa ke pos kesehatan kedua kakinya menghitam dan bengkak.

“Dia sudah tidak bisa jalan. Makanya, kita bawa pakai ambulans ke Donohudan ditemani anaknya bernama Sutrisno,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.