Disbudpar Bantah Beli Satwa Ilegal untuk Bonbin Mangkang

METROSEMARANG.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang dengan tegas membantah jika pembelian satwa secara ilegal dimaksudkan untuk menambah koleksi Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang. Pembelian satwa yang dilakukan secara online oleh oknum PNS berinisial H yang juga sebagai dokter hewan di bonbin tersebut dilakukan secara pribadi.

“Memang betul, kira-kira bulan Februari awal ada salah satu pegawai UPTD yang ditangkap Bareskrim Polri, tapi dibawa ke Jogja untuk dititipkan di Jogja, setelah itu dibawa ke Jakarta,” kata Sekretaris Disbudpar Herawan Sasoko di Balai Kota Semarang, Rabu (16/3).

Salah satu koleksi satwa di Bonbin Mangkang. Foto: metrosemarang.com/zidni ilma
Salah satu koleksi satwa di Bonbin Mangkang. Foto: metrosemarang.com/zidni ilma

Lebih lanjut, Herawan mengungkapkan, pembelian satwa tersebut dilakukan atas nama pribadi. Dari informasi yang ia peroleh, pembayaran yang dilakukan juga menggunakan rekening pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan APBD.

“Iya dari pribadi, itu dia beli dari online. Satwanya belum sempat masuk ke bonbin, di jalan sudah ditangkap,” jelasnya.

Menurut Herawan, untuk menambah satwa baru haru melalui prosedur yang ketat. Hal ini karena Bonbin Mangkang masuk dalam salah satu anggota Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

“Sehingga, selain prosedurnya sangat ketat, gerak-gerik berkaitan dengan satwa juga diawasi. Jadi kita tegaskan lagi bahwa (pembelian satwa ilegal) sebenarnya tidak ada urusannya dengan Dinas,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.