Dishub Mengeluh Belum Punya Dana Siapkan Kios untuk PKL Terboyo

METROSEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengeluh belum memiliki anggaran dana untuk mempersiapkan kios di Terminal Mangkang. Sebagaimana diketahui, rencananya kios tersebut akan digunakan untuk relokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Terminal Terboyo.

Pedagang di Terminal Terboyo. Foto: metrosemarang.com/dok

Dishub Kota Semarang telah merencanakan membangun Terminal Terboyo menjadi terminal peti kemas dan angkutan barang. Seiring dengan perubahan status Terminal Terboyo dari terminal tipe A menjadi tipe C. Dishub telah mulai memindahkan bus dan PKL di Terboyo pada sejak 1 Desember 2017 lalu.

Bus AKAP telah dipindahkan ke Terminal Mangkang yang berstatus tipe A di bawah Kementerian Perhubungan. Sedangkan bus AKDP dipindahkan ke Terminal Penggaron yang berstatus tipe B di bawah Dishub Provinsi Jawa Tengah.

Pada 15 Januari 2018 mendatang, Dishub juga sudah merencanakan dimulainya pembangunan dengan akan membongkar selasar Terminal Terboyo. Meskipun kepastiannya masih harus menunggu hasil dari proses lelang yang sedang berlangsung.

Dengan adanya pembongkaran tersebut, maka 137 PKL di Terboyo yang terdiri 63 PKL kios besar dan 74 kios kecil juga harus dipindahkan mulai 15 Januari. Nah, untuk pemindahan PKL tersebut, rencananya 35 kios di Terminal Mangkang akan disekat menjadi dua tiap kios sehingga menjadi ada 70 kios.

Tetapi Kepala Dishub Kota Semarang, Mukhammad Khadiq menjelaskan, bahwa pihaknya akan disalahkan jika melakukan pembangunan kios di Terminal Mangkang. Karena kewenangan Terminal Mangkang tersebut sekarang milik Pemerintah Pusat bukan milik Pemerintah Kota Semarang lagi.

Sehingga Dishub tidak bisa menganggarkan dana dari APBD Kota Semarang untuk membuat sekat kios Terminal Mangkang. Alternatifnya, Dishub akan berusaha mencari dana dari Corporate Sosial Responcibility (CSR) atau bantuan penganggaran dari pihak swasta.

‘’Karena itu, kalau pedagang tidak mau membuat sekat sendiri, maka kami akan mengupayakan solusi dengan mencarikan dana CSR untuk membuat sekat kios di Terminal Mangkang, sehingga bisa dipakai untuk PKL dari Terboyo,’’ kata Mukhammad Khadiq, Selasa (2/1).

Sedangkan untuk keberadaan bus, Khadik menuturkan, bahwa seluruh bus AKAP maupun AKDP juga masih tetap diperbolehkan masuk ke Terminal Terboyo sampai 15 Januari 2018. Yaitu sampai dengan dilakukannya pembongkaran selasar Terminal Terboto pada pertengahan Januari ini. (duh)

You might also like

Comments are closed.