Dishub Semarang Segera Survei ke Lapangan untuk Tentukan Tarif Angkot

METROSEMARANG.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar senilai Rp 500 tidak serta-merta dapat menurunkan tarif angkutan umum. Penurunan tarif di daerah harus disesuaikan dengan hasil survei lapangan terlebih dahulu.

“Setelah ada instruksi dari pusat, kami akan segera menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan survei beberapa item yang mempengaruhi tarif angkutan seperti harga spare part, upah karyawan dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agoes Harmunanto, Jumat (1/4).

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

Dalam waktu dekat Dishub akan memaparkan hasil kajian survei dan mengumpulkan stake holder, seperti Organda, perwakilan pengusaha dan lain-lain untuk mensosialisasikan keputusan apakah akan diturunkan atau tidaknya tarif angkutan umum.

“Kami tidak bisa mempresentasekan sendiri berapa persen turunnya tarif angkutan umum jika dilihat hanya dari penurunan harga BBM,” paparnya. Agoes menambahkan, penurunan harga BBM tidak akan berpengaruh pada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang karena merupakan subsidi pemerintah.

Sebelumnya, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyatakan bahwa besaran Biaya Operasi Kendaraan (BOK) menjadi dasar dalam penetapan tarif angkutan umum. Dia juga meminta pemerintah agar melakukan revisi terhadap formula BOK untuk menentukan besaran tarif yang manusiawi. (ade)

You might also like

Comments are closed.