Dishub Tidak Tegas, Retribusi Parkir Tak Pernah Capai Target

Petugas Dishubkominfo melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Foto: metrosemarang.com/dok
Petugas Dishubkominfo melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) agar lebih tegas dalam menata parkir tepi jalan umum. Pengelolaan yang belum maksimal menjadi salah satu penyebab rendahnya kontribusi sektor parkir untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, sejauh ini PAD Kota Semarang dari sektor parkir tepi jalan umum terbilang minim, yakni di bawah Rp 4 miliar setahun. “Padahal kalau dikelola dengan baik kami optimistis bisa empat kali lipat dari yang saat ini diterima pemkot,” kata Supriyadi, seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Semarang, Selasa (1/3).

Menurut dia, salah satu persoalan utama di lapangan adalah setoran dari juru parkir (jukir) yang tidak langsung diserahkan ke kasda, namun melalui berbagai pihak. Politisi PDI Perjuangan ini meminta Dishubkominfo berani melakukan penataan sehingga setoran parkir bisa masuk ke kasda secara langsung.

“Kalau soal preman atau oknum, pemerintah tidak perlu takut. Kan ada Forkominda, pemkot juga bisa berkoordinasi dengan kepolisian atau TNI. Intinya jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, kasihan rakyat. Potensi PAD yang mestinya bisa untuk pembangunan, malah tidak jelas ke mana larinya,” tandasnya.

Tidak hanya itu, untuk memudahkan setoran dari jukir, pihaknya mengusulkan agar dibuat semacam posko pembayaran di beberapa lokasi strategis. “Selain memudahkan jukir, juga memudahkan petugas Dishubkominfo,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo Agoes Harmunanto juga mengakui bahwa retribusi parkir selalu di bawah target. Rencananya, mulai tahun ini akan diberlakukan “Parkir Meter”. Hal ini dilakukan agar retribusi parkir bisa tepat sasaran dan langsung diterima pemerintah.

Parkir Meter merupakan inovasi pembayaran parkir dengan menggunakan kartu langganan. Rencananya, penggunaan kartu pembayaran parkir ini baru akan diterapkan pada area pusat kota, seperti daerah Simpang Lima, Gajah Mada, Pahlawan, Mataram dan sekitarnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.