Diskotek dan Panti Pijat yang Melanggar Aturan selama Ramadan Terancam Ditutup

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Pemkot Semarang mengeluarkan peringatan keras bagi para pengelola tempat hiburan malam yang nekat melanggar jam operasional selama Bulan Ramadan 1436 Hijriah. Mereka tak segan untuk menutup paksa tempat hiburan yang membandel.

Kasi Operasional Satpol PP Semarang, Sudibyo mengatakan, sanksi tegas tersebut berlaku untuk pemilik diskotek, panti pijat, tempat biliard dan karaoke. Sudibyo juga mengatakan, sesuai aturan yang dikeluarkan Pemkot, tempat hiburan malam tersebut harus diliburkan pada 18 Juni-19 Juni.

“Dan selama puasa mereka hanya boleh buka 21.00-01.00 WIB dini hari. Sedangkan khusus untuk pengelola karaoke keluarga baru boleh buka pukul 12.00-01.00 WIB dini hari,” terang Sudibyo, kepada metrosemarang.com, di ruang kerjanya, Kamis (18/6).

Pihaknya juga tak segan untuk bertindak tegas terhadap pengelola tempat hiburan yang masih bandel. “Penindakan tempat hiburan yang masih buka, nantinya akan ditutup atau disegel. Ini sesuai hasil rapat cipta kondisi Ramadan yang diadakan pada 16 Juni kemarin,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sudibyo mengungkapkan saat ini masih memperketat pemantauan jam operasional tempat hiburan di Kota Semarang. Ia mengimbau kepada pemilik tempat hiburan itu sebaiknya mengisi jam kosong operasional dengan kegiatan kerohanian bagi karyawan mereka. (far)

You might also like

Comments are closed.