Dispendukcapil Bantah Ratusan Ribu Warga Semarang Terancam Golput

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang, Adi Trihananto, membantah adanya seratusan ribu warga Kota Semarang yang terancam tidak bisa memilih atau golput pada Pilgub Juni mendatang karena belum punya e-KTP.

Komisi A DPRD Kota Semarang meninjau pelayanan e-KTP, Selasa (23/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Pemilih di pilkada itu warga negara Indonesia, kalau warga negara di manapun dia bisa (memilih). Terkait e-KTP itu (hanya) salah satu bukti bahwa seseorang warga negara Indonesia,’’ jelas Adi Trihananto, Selasa (23/1).

Menurutnya, dalam pilkada yang penting itu adalah pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih, yang sekarang sedang dilakukan oleh penyelenggara pemilu.

Sedangkan kalau seseorang sudah masuk daftar pemilih tapi belum punya e-KTP, itu bisa diganti dengan memohon surat keterangan (suket) ke Dispendukcapil sebagai bukti bahwa dia warga negara Indonesia.

‘’Nah, karena proses pembuatan e-KTP di Kota Semarang sekarang sudah bisa 4 hari jadi, insyaAllah untuk pilkada (Pilgub) kalau di coklit belum ber-e-KTP, bisa silakan mengajukan permohonan untuk bisa dicetak e-KTP-nya,’’ kata Adi Trihananto.

Pembuatan e-KTP 4 hari jadi tersebut, lanjutnya, adalah perekaman yang dilakukan mulai bulan Desember 2017. ‘’Jadi kalau pemohon tanggal 1 Desember memasukan (perekaman), maka tanggal 5 sudah bisa diambl e-KTP-nya,’’ ujarnya.

Ditambahkan, untuk ‘mengejar‘ warga atau pemilih yang belum perekaman e-KTP, Adi mengakui pihaknya sebenarnya bisa melakukan jemput bola. Tapi kendalanya pihaknya tidak mengetahui siapa-siapa saja warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP.

‘’Maka saya kira kelompok masyarakat, RT, RW bisa membantu, misalkan dengan mengumpulkan warga yang belum ber-e-KTP lewat kelurahan, nanti kami akan datang dengan mobil perekaman,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.