Ditalangi Kontraktor, Warga Akhirnya Sepakati Ganti Rugi Kampung Bahari

METROSEMARANG.COM – Kendala pembebasan lahan dalam proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara akhirnya bisa teratasi. Sebanyak 13 pemilik bidang lahan baik tanah maupun bangunan akhirnya sepakat asetnya diganti rugi untuk pelaksanaan pembangunan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prahadi meninjau pembangunan tanggul rob Kampung Bahari Tambaklorok, beberapa waktu lalu. Permasalahan pembebasan lahan untuk proyek ini akhirnya teratasi. Foto: metrosemarang.com/dok

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, setelah dilakukan pengecekan dan evaluasi dari sebelumnya diberitakan 51 ternyata hanya ada 13 warga yang masih menolak pembebasan lahan. Kemudian mereka telah diajak ketemuan di ruangannya dan akhirnya diperoleh kesepakatan.

”Kita ajak ngomong kenapa tidak mau dibebaskan dan ternyata sebenarnya hanya masalah mis komunikasi,” terangnya, Senin (31/7).

Pihakya menjelaskan bahwa prinsipnya Tambaklorok akan dibuat jadi tempat yang bagus. Harga tanah dan nilai asetnya pasti akan meningkat. Kawasan tersebut juga pasti akan menjadi lebih sehat dan cantik.

”Karena mis komunikasi mereka tidak tahu sebenarnya rumah atau bangunan mereka akan diganti berapa, itu sudah kita jelaskan dan oke,” katanya.

Dalam pertemuan, warga juga meminta supaya pembayaran ganti rugi bangunannya tidak di anggaran perubahan. Tapi pembayaran dilakukan secara langsung atau sekarang. Karena mereka membutuhkan uang untuk membangun bangunan baru lagi. Persoalan ini juga sudah ada solusinya dengan pembayaran menggunakan kas bon dari kontraktor terlebih dahulu.

”Ketiga, mereka selama ini merasa tidak diajak ngomong oleh kontraktor. Nah ini sudah saya sambung, saya rangkul akhirnya sampai hari ini 13 warga itu sudah oke semua, jadi proyek (Kampung Bahari) akan selesai (sesuai target) bulan Oktober 2017,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.