Ditarget Rp 1,088 Triliun, Operasi Yustisi Pajak akan Terus Digencarkan

METROSEMARANG.COM – Operasi yustisi penunggak pajak akan terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang untuk mengoptimalkan hasil perolehan pajak daerah. Tahun ini target perolehan pajak daerah Kota Semarang naik 12,5 persen menjadi Rp 1,088 triliun.

Petugas tim yustisi pajak daerah melakukan penyegelan tempat karaoke di daerah Kedungmundu yang menunggak pembayaran pajak, Selasa (22/11/2016). Operasi serupa akan digencarkan untuk menggenjot pemasukan sektor pajak. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana mengatakan, beberapa langkah untuk mengoptimalkan perolehan pajak daerah terus dilakukan. Di antaranya pemberian apresiasi kepada wajib pajak yang taat membayar pajak di sektor pajak hiburan, rumah makan, parkir dan hotel.

”Kita memberikan apresiasi bagi yang tepat waktu dalam membayar pajak, pembukuanya baik, dan nilai pembayaran pajaknya jumlahnya signifikan,” kata Yudi Mardiana dalam acara pemberian apresiasi 25 wajib pajak di Majesty Restaurant, Semarang, Kamis (23/2).

Selain memberikan apresiasi, untuk memaksimalkan perolehan pajak daerah juga terus menegakkan operasi yustisi bagi penunggak pajak, dan menerapkan sistem e-tax atau pembayaran pajak online. Sehingga wajib pajak tidak harus datang ke balai kota tapi cukup lewat rekening pembayaran pajak sudah bisa selesai.

Untuk sistem online ini sudah diterapkan di sektor pajak parkir, restoran, hiburan dan hotel bekerjasama dengan perbankan. Sistem online ini dinilai efektif meningkatkan nilai pembayaran pajak yang diberikan wajib pajak sehingga meningkatkan perolehan pajak daerah.

”Hasilnya (pembayaran pajak) bervariasi antara 3 bulan sebelum dan sesudah sistem online.  Ada objek pajak yang nilai pajak yang dibayarkannya meningkat misalnya dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juga, ada juga yang hanya naik sedikit. Hal ini karena karakteristik wajib pajak itu bermacam-macam, ada yang melaporkan nilai pajaknya apa adanya tapi ada juga yang disembunyikan. Dengan online kita ingin transparansi,” tegasnya.

Sementara untuk kesadaran wajib pajak sendiri di Semarang, disebutkan sudah cukup bagus. Kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak sudah mencapai hampir 80 persen dari jumlah wajib pajak yang berjumlah ratusan ribu, misalnya untuk PBB saja mencapai 500 ribu wajib pajak.

”Dari target perolehan pajak daerah Rp 1,088 triliun dari 11 jenis pajak, paling banyak target perolehan dari sektor PBB dan BPHTB senilai Rp 330 miliar, sampai 21 Februari sudah tercapai 11 persen,” kata Yudi didampingi Kabid Pajak Agus Wuryanto. (duh)

 

You might also like

Comments are closed.