Ditegur Parkir Dekat Shelter, Sopir Panther Acungkan Pistol ke Petugas BRT

METROSEMARANG.COM – Petugas BRT Trans Semarang bernama Titi yang sedang bertugas di Shelter Jalan Imam Bonjol diacungi pistol seorang pengemudi mobil, Kamis (28/12). Kejadian tidak mengenakkan itu terjadi saat dia berusaha menegur si pengemudi mobil.

Pengemudi Isuzu Panther warna silver acungkan pistol saat ditegur petugas BRT Trans Semarang. Foto: istimewa

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 09.40 di Shelter Trans Semarang Jalan Imam Bonjol sebuah mobil Isuzu Panther warna silver tiba-tiba parkir di dekat shelter, tepat di area lintasan untuk merapat bus Trans Semarang.

‘’Petugas Trans Semarang atas nama Titi kemudian menghampiri mobil tersebut untuk mengingatkan,’’ ujarnya. 

Sesampai di mobil, Titi menegur pengemudi itu secara baik-baik untuk memindahkan mobilnya. Karena lokasi itu lintasan bus Trans Semarang, sehingga pasti akan mengganggu armada bus Trans Semarang yang akan merapat ke shelter.

‘’Tapi bukan jawaban yang baik yang diterima, malah laki-laki tersebut mengeluarkan pistol dari tas kecil yag dia bawa ’’ kata Ade.

Melihat dikeluarkannya pistol petugasnya langsung memilih mundur dan membiarkan mobil tersebut. Atas peristiwa ini, Ade mengaku sudah mencari informasi terkait keberadaan mobil dan oknum pengendara tersebut ke Polrestabes Semarang.

“Hasil sementara yang didapat melalui plat nomor kendaraan yang telah difoto, pistol yang digunakan merupakan air softgun dan pemiliknya bukan dari anggota kepolisian,’’ terangnya.

‘’Sayangnya dari pihak kepolisian diminta untuk tidak melaporkan dulu karena belum memenuhi unsur penodongan,’’ lanjut Ade.

Menurutnya, data yang diperolehnya kendaraan yang melakukan pengancaman dengan pistol nomor polisinya H-8711-YY, atas nama Muchtar Fatony yang beralamat di Semarang Indah C VI/11 Semarang Barat.

‘’Kita sedang berkoordinasi dengan kepolisian terkait kejadian ini. Karena jangan sampai kejadian serupa jika tidak ada tindak lanjut, bisa meresahkan masyarakat yang lain. Apalagi terkait dengan pelayanan masyarakat dalam hal ini BRT Trans Semarang,’’ tegas Ade.

Ditambahkan, untuk diketahui masyarakat utamanya pengendara, bahwa larangan parkir kendaraan dari Shelter BRT Trans Semarang yakni 25 meter sebelum dan sesudah shelter. Di jarak tersebut dilarang untuk berhenti maupun parkir karena akan mengganggu pelayanan BRT Trans Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.