Ditolak FPI, Shinta Wahid Hanya Boleh Tausiyah 15 Menit

METROSEMARANG.COM – Shinta Nuriyah akhirnya bernapas lega setelah menggelar buka puasa bersama dengan umat lintas agama di Balai Kelurahan Pudakpayung sore tadi, Kamis (16/6). Meski demikian, istri mendiang Gus Dur itu hanya boleh berceramah 15 menit di depan ratusan orang saat berada di Gereja Santo Yakobus Zebedeus.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Karena saya hanya dikasih 15 menit, apa boleh buat. Mudah-mudahan kita bisa dipertemukan kembali,” urainya di depan ratusan umat muslim dan katolik yang hadir di gereja.

Shinta sebelumnya memang sempat ditolak oleh FPI tatkala hendak berbuka puasa di gereja tersebut. Pantauan metrosemarang, acara buka bersama batal digelar di gereja dan dipindah ke balai kelurahan.

‘Tausiyah’ Shinta kali ini dijaga ratusan personel Banser Nahdlatul Ulama (NU). Mereka memperketat pengawasan jangan sampai terjadi kegaduhan saat acara berlangsung.

Pasukan Pengaman Presiden turut mengawal kehadiran Ibu Negara keempat di Indonesia itu. Sebelum bergeser ke balai kelurahan, Shinta sempat bilang kepada peserta acara bahwa Indonesia adalah negara majemuk sehingga tak sepantasnya warganya saling bertikai hingga saling membunuh.

“Semua suku merupakan sebangsa dan setanah air maka harus bisa hidup rukun, damai dan saling tolong menolong,” katanya.

Orang Islam, lanjutnya juga perlu berdampingan dengan kelompok-kelompok lain agar bisa melindungi kaum minoritas. “Karena itu Nabi diturunkan menjadi rahmatan lil alamin,” paparnya.

Lalu, ia beserta rombongannya bertolak ke Balai Pudakpayung yang berjarak 100 meter dari gereja. Shinta Wahid tiba di Balai Kelurahan Pudakpayung pukul 17.00 WIB. (far)

You might also like

Comments are closed.