Dituduh KPPU Jadi Kartel Unggas, Ini Tanggapan PT Charoon Pokphand

METROSEMARANG.COM – PT Charoon Pokphand membantah jika mereka menjadi kartel yang telah memonopoli pangsa pasar di Jawa Tengah. Sampai sekarang, perusahaan ini juga mengaku belum mendapat surat panggilan dari Komisi Pengawas Perdagangan Usaha (KPPU).

Seperti diketahui, KPPU sebelumnya sempat membongkar praktik curang dua perusahaan besar di Jateng yang beroperasi di sektor bisnis unggas.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

KPPU sempat menyebut bila dua perusahaan itu adalah kartel unggas yang telah mencaplok demand unggas di Jateng. Hasil investigasi mengendus dua kartel unggas mendirikan pabrik di Kaligawe Semarang dan Grobogan. Satu di antaranya milik pengusaha Thailand.

Kepala Bagian Umum dan Humas PT Charoon Pokphand, Sandy menegaskan bila perusahaannya bukan kartel unggas seperti yang dituding KPPU telah memonopoli pangsa pasar penjualan ayam di Jawa Tengah.

Ia justru menantang investigator KPPU untuk mengkroscek validitas nama perusahaannya apakah sudah tercantum dalam jadwal sidang perdata di pengadilan tata niaga Jakarta, atau belum.

“Silakan cek saja di Jakarta apakah nama kami ada atau tidak. Karena kalau ada masalah apapun, kami sebagai perusahaan go public pasti langsung merespon tiap temuan di lapangan,” tegasnya, di pabriknya Jalan Kaligawe Semarang, Sabtu (12/3).

Ia pun mengaku kini belum mendapat panggilan sidang dari KPPU di Jakarta. “Belum ada panggilan karena memang kami sampai sekarang tidak mendapat satu pun surat pemanggilan dari KPPU,” katanya.

PT Charoon, ia mengklaim hanya berupa pabrik pakan ayam ras yang telah punya pangsa pasar sendiri di Jawa Tengah. Jumlah produksinya ia memastikan mampu mencukupi kebutuhan seluruh petani di 35 kabupaten/kota.

Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan jika PT Charoon merupakan agen tunggal pakan ternak yang menguasai mayoritas pangsa pasar di Jawa Tengah. “Tapi saya tak bisa mengungkapkan data riil jumlah produksinya yang jelas tiap bulan cukup lah,” akunya. (far)

Comments are closed.