Dituduh Main Pukul, Ketua Tim Pemenangan Sibagus Dipolisikan

Anggoro, korban penganiayaan yang diduga dilakukan Joko Santoso memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Anggoro, korban penganiayaan yang diduga dilakukan Joko Santoso memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Keributan yang terjadi pasca-penetapan pasangan calon Pilwakot Semarang bergulir ke jalur hukum. Joko Santosa, Ketua Tim Pemenangan Sigit-Agus (Sibagus) resmi dilaporkan ke Polrestabes Semarang, Senin (24/8) petang. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu dituduh melakukan penganiayaan terhadap anggota Pemuda Pancasila (PP).

Pelapor sekaligus korban adalah Anggoro Nugroho (29), yang merupakan anggota Satuan Mahasiswa PP. Bersama dua rekannya, Didik Prasetyo dan Zubaidi, dia juga melaporkan Yuli selaku ketua pimpinan anak cabang Pemuda Pancasila (PP) Semarang Barat.

Menurut keterangan Anggoro, saat kejadian ia tengah mengendarai mobil Toyota Rush putih bernopol H 9223 DH mengikuti rombongan mobil pendukung Soemarmo-Zuber hendak keluar dari kompleks Balai Kota Semarang. Namun tanpa diduga mobilnya dihentikan oleh terlapor.

“Saya kaget, dia (Joko) mengetok-ketok pakai akik. Pas saya keluar langsung dipukul di wajah. Saya disuruh lepas baju (seragam Pemuda Pancasila). Anak buahnya Pak Joko (Yuli) mukul tiga kali perut dan dada,” kata Anggoro.

Tak berhenti di situ, lanjut Anggoro, dia sempat masuk kembali ke dalam mobil. Namun baru sampai gerbang, ia kembali dicegat dan Joko menarik pakaiannya lewat kaca mobil yang terbuka. “Saksi banyak. Selain memukul, mobil saya juga ditendang,” imbuhnya.

Akibat insiden tersebut, korban mengaku mengalami luka lebam di dahi sebelah kanan dan sobek di bagian mulut dalam. Berbekal  hasil visum dari RSUP dr Kariadi, korban memutuskan menyelesaikan perkara tersebut ke ranah hukum.

Hal senada juga dilakukan Didik Prasetyo dan Zubaidi. Mereka juga  mengaku terkena amukan Joko. Saat insiden tersebut terjadi tangan terlapor memukul helm Zubaidi hingga kacanya retak.

Dengan nomor laporan LP/B/643/VIII/2015/Jateng/Restabes, ketiga korban resmi menyerahkan perkara tersebut ke Polrestabes Semarang. Terlapor dianggap telah melanggar pasal 170 KUHP terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.

“Mungkin dipicu kecemburuan karena Pemuda Pancasila banyak mendukung Soemarmo-Zuber. Korban ada tiga, pemukulan, pemecahan helm, dan perampasan bendera,” tandas kuasa hukum korban, Rangkay Margana. (yas)

You might also like

Comments are closed.