Divonis 5 Tahun, Syaeful Jamil Menangis di Persidangan

Rekanan proyek TPA Bokongsemar, Syaeful Jamil mendengarkan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Selasa (11/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Rekanan proyek TPA Bokongsemar, Syaeful Jamil mendengarkan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Selasa (11/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Direktur CV Tri Daya Pratama Syaeful Jamil, ikut terseret kasus tukar guling lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bokongsemar, Tegal, Jawa Tengah pada 2012. Ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas kasus tersebut. Musababnya, perusahaan Syaeful merupakan rekanan proyek Bokongsemar.

Seperti diketahui, dalam kasus Bokongsemar itu Pengadilan Tipikor Semarang telah menjatuhi hukuman bagi mantan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya selama lima tahun penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi tukar guling tanah (Ruislag) milik aset daerah untuk proyek TPA Bokongsemar senilai Rp 35,1 miliar tahun 2012.

Usai divonis oleh Majelis Hakim Tipikor Semarang, Syaeful Jamil tak kuasa menahan tangis saat duduk di kursi pesakitan. Sama dengan yang dilakukan Ikmal Jaya yang memilih mempertimbangkan putusan pengadilan, Syaeful pun melakukan hal serupa.

“Saya juga pikir-pikir atas putusan vonis ini,” kata dia, dengan mata berkaca di ruang sidang Tipikor Semarang, Selasa (11/8).

Syaeful yang didampingi kuasa hukumnya hanya bisa menangis sembari menunduk di kursi terdakwa. Pihak keluarga Syaeful yang mendengar keputusan majels hakim pun sontak menangis di ruang sidang.

Meski begitu, vonis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). JPU semula menuntut hukuman pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan.

Selain dijatuhi hukuman penjara lima tahun, Syaeful juga dibebani denda Rp 300 juta ditambah subsider 3 bulan penjara. Selama menjalani hukuman, ia wajib mengembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 23 miliar maksimal satu bulan.

“Bila tidak dipenuhi, maka kejaksaan akan melakukan penyitaan aset kekayaan dan melakukan lelang. Jika tidak mencukupi, maka diganti masa kurungan satu tahun kata Ketua Majelis Hakim Tipikor, Torowa Daeli. (far)

You might also like

Comments are closed.