Djoko Setijowarno Diminta ‘Mahar’ Rp 5 M Jika Ingin Maju Jadi Calon Wali Kota

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Akademisi dari Unika Soegijapranata Semarang yang dulu pernah mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Semarang, Djoko Setijowarno mengaku pernah diminta uang sebesar Rp 5 miliar oleh salah satu Parpol. Uang itu nantinya digunakan sebagai ongkos politik selama mencalonkan diri sebagai Wali Kota Semarang.

Padahal, status Djoko saat itu masih merupakan bakal calon dan belum didaftarkan oleh partai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang. “Saya diminta Rp 5 M, tetapi saya tidak mau kasih,” ungkapnya, Senin (3/8).

Dia miris mendapati dirinya dimintai Rp 5 M. Bukannya tidak mampu memberikan, dirinya hanya khawatir jika belum jadi apa-apa saja sudah diminta uang, bagaimana nanti kelanjutannya.

Diperinci olehnya bahwa uang sebanyak itu nantinya akan digunakan Parpol untuk membayar saksi sebesar Rp 1 M. Padahal, Djoko mampu mengerahkan relawan untuk menjadi saksi tanpa dibayar. Sedangkan sisa Rp 4 M lainnya akan digunakan untuk keperluan sosialisasi, kampanye dan lain-lain.

“Saya menghitung-hitung pendapatan Wali Kota dalam lima tahun mungkin hanya Rp 3 M. Kalau saya disuruh memberikan Rp 5 M, yang Rp 2 M berarti saya harus maling?” ujarnya setengah bertanya.

Akhirnya, Djoko memutuskan untuk berhenti dari proses Pilwakot. Meskipun demikian, dia sangat menghormati keputusan partai politik tersebut. Dia juga membayangkan, berapa miliar rupiah yang sudah dibagi-bagikan bakal calon kepada Parpol yang memberikan iming-iming kekuasaan. (ade)

You might also like

Comments are closed.