Doa Seribu Lilin dari Tugu Muda untuk Novel Baswedan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pegiat anti-korupsi yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang mengutuk atas terjadinya perbuatan penganiayaan yang dilakukan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Seperti diketahui, Novel mengalami luka bakar pada wajahnya usai disiram air keras oleh dua pria tak dikenal selepas Salat Subuh.

Doa seribu lilin untuk Novel Baswedan di Bundaran Tugu Muda Semarang, Rabu (12/4) malam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Koordinator GMPK Kota Semarang, Muhammad Nastain mendesak aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian agar dapat segera menemukan‎ pelakunya serta memprosesnya secara hukum.

“Kami mendukung KPK untuk mengusut semua kasus korupsi yang sedang dan akan ditangani sehingga bisa bekerja secara profesional,” ungkapnya saat menggelar doa seribu lilin di Bundaran Tugu Muda, Rabu (12/4) malam.

Ia mengatakan tetap memberi dukungan penuh terhadap KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi e-KTP. Tak hanya itu saja, katanya. Ia pun meminta lembaga antirasuah itu jangan ragu dan tebang pilih dalam menetapkan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

“Sekalipun pejabat tinggi terlibat, terus sikat dan ganyang habis mafia hukum. Kami melawan bersama Novel Baswedan agar kasus-kasus korupsi bisa segera dientaskan, untuk bersama wujudkan Indonesia tanpa korupsi,”  tegasnya.

Dalam aksinya, para aktivis GMPK juga menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas atas kejadian yang menimpa Novel Baswedan. (far)

You might also like

Comments are closed.