Dofir Ingin Kembalikan Antusiasme Pemain PSIS

Fauzan Fajri dkk belum kembali ke level permainan terbaik, setelah vakum berkompetisi. Foto: metrosemarang.com
Fauzan Fajri dkk belum kembali ke level permainan terbaik, setelah vakum berkompetisi. Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Kisruh PSSI kontra Menpora yang berujung pada penghentian kompetisi, memberi dampak psikologis bagi pemain-pemain PSIS. Pelatih M Dofir ingin agar turnamen Polda Jateng Cup bisa mengembalikan antusiasme Fauzan Fajri dkk yang sempat meredup akibat ketidakpastian liga.

Pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi pada 17 April 2015 berdampak terhadap seluruh kegiatan sepakbola di tanah air. Kompetisi Divisi Utama yang seharusnya bergulir 26 April juga batal digelar. Padahal, kompetisi kasta kedua ini sudah berulang kali mengalami penundaan.

PSIS Semarang yang sudah sejak Desember 2014 menggeber persiapan juga terpaksa gigit jari. Pemain pun nglokro karena usaha keras yang sudah mereka lakukan menjadi sia-sia. Turnamen Polda Jateng Cup yang digagas sebagai pengganti kompetisi, diharapkan bisa memberi angin segar bagi para pelaku sepakbola di Jawa Tengah.

Tapi, turnamen yang melibatkan tujuh tim di Jateng ini masih belum bisa mengembalikan greget kompetisi resmi. Hal ini juga diakui oleh juru taktik PSIS, M Dofir. Pelatih 47 tahun itu bisa memahami kondisi yang dialami anak buahnya.

Laga perdana Polda Jateng Cup dilalui skuat Mahesa Jenar dengan mulus saat mereka menggebuk tuan rumah PSIR Rembang 2-0, Rabu (27/5). Meski cukup puas dengan kemenangan ini, Dofir menyebut masih ada sejumlah pembenahan yang harus segera dilakukan.

“Antusiasme anak-anak belum kembali. Saya bisa memaklumi karena mereka sudah cukup lama mendambakan kompetisi resmi, jadi masih butuh proses. Semoga saja kemenangan di Rembang bisa menambah motivasi mereka. Apalagi, ada informasi kompetisi resmi akan digulirkan pada bulan Oktober,” cetus Dofir, usai memimpin latihan di Stadion Jatidiri, Jumat (29/5) sore.

Eks gelandang PSIS ini juga ingin membenahi kebugaran dan organisasi permainan anak asuhnya sebelum kedatangan Persijap Jepara, Minggu (31/5). “Kekompakan dan kerjasama tim masih harus dipoles lagi, tapi hanya perlu sedikit pembenahan. Termasuk faktor kebugaran pemain,” tandasnya.

PSIS dan Persijap saat ini sama-sama mengoleksi tiga angka. Di laga sebelumnya, Laskar Kalinyamat—julukan Persijap—sukses mengandaskan Persis Solo 2-1 di Jepara. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.