Dofir Persilakan Pemain PSIS Main Tarkam

dofir latihan
M Dofir menyayangkan penundaan final Polda Jateng Cup. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Pelatih PSIS M Dofir tak ingin membebani penggawa Mahesa Jenar dengan kewajiban berlaga di Final Polda Jateng Cup. Dia memberi kebebasan terhadap anak buahnya untuk menambah pemasukan dengan bermain liga tarkam (antar-kampung).

“Silakan saja kalau memang ada tawaran main tarkam. Bagaimanapun, mereka juga butuh penghasilan. Saya tidak pernah membatasi, yang penting mereka bisa  jaga kondisi,” ungkap Dofir, Minggu (26/7) sore.

Pelatih 47 tahun ini menyayangkan penundaan laga final Polda Jateng Cup. Padahal, kondisi pasukannya sedang dalam tren positif. Fauzan Fajri dkk menjadi satu-satunya dari tujuh kontestan yang belum pernah kalah di turnamen ini.

“Kondisi tim bagus, semangat anak-anak juga sangat luar biasa. Tapi, bagaimana lagi, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan situasi yang seperti ini,” tutur eks pembesut Putra Berlian tersebut.

PSIS juga sudah dipastikan menarik diri dari keikutsertaan di Piala Kemerdekaan. Sempat muncul wacana, tim yang berdiri tahun 1932 itu akan berkompetisi di Piala Indonesia Satu. Namun, Dofir tak ingin memberi harapan lebih pada anak asuhnya.

“Kami ingin yang pasti-pasti saja. Harapannya, kompetisi resmi segera digulirkan. Kita juga harus memberi apresiasi terhadap kerja keras para pemain,” tuntasnya. (twy)

You might also like

Comments are closed.