Dokter Nanik Dibunuh Komplotan Perampok Lalu Mayatnya Dimasukkan Bagasi Mobil

METROSEMARANG.COM – Nasib tragis menimpa seorang dokter bernama Nanik Tri Mulyani. Betapa tidak, perempuan berusia 72 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan setelah dibunuh oleh komplotan perampok yang masuk ke dalam rumahnya di Jalan Plampitan Nomor 58, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Ilustrasi

Mayat dokter wanita tersebut ditemukan di pinggir selokan jalan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Aparat Kepolisian Sektor Semarang Tengah menyebut pembunuhan sadis itu terjadi, Minggu (23/4), pukul 14.00 WIB kemarin.

“Petugas Satreskrim Polrestabes Semarang, bersama kami yang dibantu aparat gabungan Polres Wonosobo dan Polres Banjarnegara telah mengungkap tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Kemas Indra Natanegara saat dikontak, Minggu (30/4).

Kemas menyatakan pelaku pembunuhan tersebut bakal dijerat pasal 365 ayat 3 dan 4 KUHP. Aksi pembunuhan terhadap Nanik dilakukan dua orang.

Menurutnya dua pelaku semula masuk ke dalam kamar korban lewat jendela dapur yang terbuka dengan maksud untuk menggasak barang-barang berharganya.  korban. Tetapi, korban pulang pukul 14.00 WIB kemudian masuk ke kamar. Melihat hal itu, seorang pelaku bernama Parman mencekik leher korban hingga tewas dan mengaku kepada rekannya yang bernama Supardi.

Kedua pelaku lalu mengikat kedua kaki, tangan dan mulut korban dengan lakban. Di sisi lain, mereka juga menggondol barang berharga milik korban mulai satu buah televisi, dua telepon genggam, satu buah kamera, 1 CCTV, dan uang tunai Rp 2  Juta.

“Kemudian dua pelaku menuju parkiran RS Tlogorejo untuk mengambil mobil Honda Freed Nopol B 1704 NME milik korban. Selanjutnya, mereka balik ke rumah korban lagi untuk memasukan mayatnya ke  dalam bagasi mobil,” ungkap Kemas.

Untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu, pelaku membuang mayat korban di selokan tepi jalan Desa Tanjung Anom, Banjarnegara. Jarak yang sangat jauh dari lokasi kejadian akhirnya membuat kedua pelaku menjual mobil korban.

“Karena tidak laku, mobilnya diparkir di RSUD Wonosobo. Itu awal mula kita bisa membongkar kasus pembunuhan tersebut,” terangnya.

Polisi saat ini masih memperdalam kasus tersebut. Parman (22), warga Watumalang Wonosobo sementara ini masuk dalam daftar pencarian orang. Sedangkan, Supardi juga berusia 22 tahun sudah berhasil dibekuk aparat.

Aparat kepolisian sudah menggelar olah tempat kejadian perkara dan memperlebar penyelidikan dengan memintai keterangan para saksi di lokasi kejadian. “Sedang ditelisik dan pelakunya satu lagi masih dikejar petugas,” paparnya. (far)

You might also like

Comments are closed.