Dokter Nanik Sempat Anggap Supardi sebagai Orang Kepercayaannya

METROSEMARANG.COM – Dokter Nanik Trimulyani, (72), yang ditemukan meninggal dunia akibat dibunuh di rumah indekostnya, ternyata semasa hidupnya mengenal akrab kedua pelaku. Bahkan, menurut penuturan pihak keluarganya, almarhumah menganggap Supardi, salah satu pelaku sebagai orang kepercayaannya yang bertugas menjaga rumahnya di Jalan Plampitan Nomor 58, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Suasana rumah duka Dokter Nanik Trimulyani. Foto: metrosenarang.com/fariz fardianto

Perlu diketahui bahwa Dokter Nanik Trimulyani, (72), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah dibunuh oleh komplotan perampok yang masuk ke dalam rumahnya.

Mayatnya ditemukan di pinggir selokan jalan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara dengan kaki dan tangan terikat. Polsek Semarang Tengah menyebut pembunuhan sadis itu terjadi, Minggu (23/4), pukul 14.00 WIB kemarin.

Sebastian B Soediyono, keponakan korban, mengatakan Supardi merupakan orang yang paling tahu seluk-beluk rumah korban karena hampir 1,5 tahun belakangan ini tinggal di sana.

“Supardi itu yang menyarankan kepada Bu Nanik untuk memasang kamera pengintai (CCTV). Tapi ternyata dia yang mengakali almarhumah dengan mencuri alat tersebut sebelum melakukan pembunuhan,” kata Sebastian, saat ditemui di Rumah Krematorium Kedungmundu Semarang, Selasa (2/5).

Karena itulah, ia sangat geram dengan apa yang dilakukan kedua pelaku terhadap almarhumah. Ia ingin para pelaku pembunuhan segera diadili agar dapat diganjar hukuman setimpal. “Harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya. Biar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia mengenal sosok almarhumah sebagai pribadi yang baik dan murah senyum. Tak cuma di lingkungan keluarganya. Almarhumah, kata Sebastian juga akrab dengan para koleganya di civitas akademisi Undip maupun bekas tempatnya bekerja di RSUP Dr Kariadi. “Baik, orangnya sangat baik. Hubungan kami sangat bagus,” bebernya.

Sedangkan hari ini, jenazah almarhumah menjalani proses kremasi di Rumah Krematorium Kedungmundu. Kerabat dekat dan koleganya serta mahasiswa Undip terus berdatangan untuk menghadiri pemakamannya.

Yardi, petugas kremasi mengatakan bahwa jenazah almarhumah sudah dimakamkan pukul 11.00 WIB siang ini. “Jam 11.00 WIB sudah dikremasi sesuai permintaan keluarganya Bu Nanik,” cetusnya. (far)

You might also like

Comments are closed.