Dorong Pertumbuhan Investasi, PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik di KIT Batang

Batang – Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi di Jawa Tengah, PLN siap mensuplai listrik yang akan masuk ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dengan pasokan listrik yang handal. Salah satu perusahaan yang sudah siap suplai adalah PT KCC Glass Indonesia.

Sebelumnya, pada 26 Maret 2021 telah dilakukan Head of Agreement antara PLN dengan KCC Glass Indonesia. Total kebutuhan daya listrik sebesar 14 Mega Watt (MW) pada tahap pertama di Maret 2024 dan 17 MW pada tahap kedua di Oktober 2028.

Produsen kaca asal Korea Selatan itu menginvestasikan Rp 5 Triliun untuk membangun pabrik di KIT Batang hingga 2028 mendatang.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Chief Executive Officer (CEO) KCC Glass Corp, Ne-Hwan Kim, dan Bupati Batang, Wihaji.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril dalam acara groundbreaking PT KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada Kamis, (20/5) siang mengatakan, PLN berkomitmen untuk mendukung investasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dia mengatakan, PLN siap memberikan layanan dengan kualitas dan keandalan yang tinggi, saat ini PLN sedang mempercepat pembangunan jaringan, mudah-mudahan bisa lebih cepat sehingga saat konstruksi kita juga bisa suplai.

Sebagai pelanggan pertama di KIT Batang, PLN juga memberikan harga khusus untuk PT KCC Glass Indonesia. Dengan begitu diharapkan akan semakin banyak perusahaan lain yang mengikuti untuk berinvestasi di KIT Batang.

“Ini sangat penting untuk meningkatkan investasi, tidak hanya untuk PLN tetapi untuk negara,” kata Bob.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) KCC Glass Corp, Ne-Hwan Kim menyebutkan, untuk memperluas skala dan fasilitas produksi kaca KCC Glass di Indonesia, kami menginvestasikan total Rp 5 triliun pada 2028.

“Pabrik tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi 1.300 orang. Selain itu pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia guna berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujaranya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyambut baik pembangunan pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Tentu ini baik bagi Jawa Tengah dalam rangka menciptakan lapangan kerja. Sebanyak 85 persen produk yang dihasilkan adalah produk ekspor, sehingga dipastikan bisa meningkatkan devisa,” ungkapnya.

Ia menambahkan akan ada banyak lagi perusahaan yang datang, karena dari 450 hektar lahan yang sudah siap, semuanya sudah laku terjual habis.

 

You might also like

Comments are closed.