DPRD Jateng Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

METROSEMARANG.COM – DPRD Jawa Tengah menyatakan menolak kenaikan iuran peserta mandiri bagi pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan diberlakukan mulai 1 April 2016.

“Karena besaran iurannya sangat memberatkan dan tidak seimbang dengan pelayanan yang diberikan selama ini,” ungkap anggota DPRD Jateng, Hartinah, Selasa (29/3).

Ilustrasi
Ilustrasi

Hartinah menegaskan banyak mendengar keluhan warga soal mahalnya iuran BPJS. Apalagi, pasien BPJS juga kurang mendapat pelayanan yang baik dari rumah sakit. “Keberadaan BPJS mestinya sangat membantu utamanya masyarakat miskin. Namun sering kali pasien BPJS kurang mendapat pelayanan yang baik,” ujar Hartinah.

Anggota DPRD Jateng dari PKB, Moh Zen, menyatakan pasien pengguna BPJS Kesehatan masih dipandang sebelah mata oleh rumah sakit milik pemerintah. Selain itu, ketersediaan kamar kelas I masih terbatas.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Aris Jatmiko saat ditemui secara terpisah berjanji akan meningkatkan mutu layanan bagi para pemegang kartu BPJS Kesehatan.

Ia beranggapan kenaikan iuran itu masih wajar, maka dari itu pihaknya ke depan bakal terus memperbaiki layanan pengobatan bagi pasien BPJS yang ada di tiap rumah sakit. (far)

You might also like

Comments are closed.