Dua Bandar Besar Sabu di Semarang Dilumpuhkan

METROSEMARANG.COM – Dua bandar sabu asal Semarang diringkus aparat Aparat Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah. Keduanya yakni YBS alias Yongki, warga Mataram, Semarang Timur, dan DS alias Doni alias Sinyo, warga Jalan Cempedak, Sompok, Semarang Selatan. Dari penangkapan kedua bandar itu, polisi mengamankan sabu seberat 915 gram.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, penangkapan kedua bandar tersebut berawal dari tertangkapnya YBS saat mengonsumsi sabu di sebuah kamar salah satu hotel di Semarang, Sabtu (15/7) lalu.

“Dari penangkapan itu, kami lanjutkan menuju tempat kosan dan ditemukan sabu hampir 1 kilogram yang disimpan pada springbed dan juga menangkap Doni alias Sinyo,” ujar Condro saat menggelar jumpa pers di kantor Ditresnarkoba Polda Jateng, Semarang, Kamis (20/7).

Condro juga mengatakan, menurut informasi yang diperoleh dari kedua bandar itu sebenarnya mereka memiliki narkoba jenis sabu seberat 2 kg. Namun, dari 2 kg sabu itu, 1 kg di antaranya sudah diedarkan ke Jawa Timur (Jatim). Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Polda Jatim untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Sedangkan yang 1 kilogram, sebagian sudah dipakai oleh kedua tersangka dan tinggal tersisa 915 gram, kami juga sudah berkoordinasi dengan direktorat ” beber Condro.

Kedua bandar itu, lanjut Condro, mendapat sabu-sabu dari Jakarta. Pada saat itu mereka mengambil barang haram tersebut dengan mendatangi tempatnya secara langsung menggunakan mobil. Namun, Condro belum bisa memastikan apakah sabu-sabu yang disita di Semarang itu merupakan bagian dari narkoba yang baru-baru ini diungkap oleh Polda Metro Jaya.

“Kami belum tahu apakah ini jaringan yang sama dengan yang di Jakarta kemarin. Kami masih mengembangkan kasus ini,” beber Condro.

Sementara itu, menanggapi maraknya peredaran narkoba terutama jenis sabu ini, Condro mengatakan akan terus melakukan upaya pemberantasan serta pencegahan terhadap peredaran barang haram tersebut.

“Kita akan melakukan pemberantasan dengan lebih intensif, kedua juga akan melakukan pencegahan dengan melibatkan semua komponen termasuk lembaga pendidikan. Kita juga tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan generasi muda untuk tidak mencoba-coba menggunakan barang haram ini,” beber Condro.

Terpisah, Diresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno H. Siregar menyebutkan, pengungkapan ini menjadi yang terbesar dalam empat tahun terakhir. Krisno menduga kedua bandar ini juga menjadi penyuplai narkoba di kota lain di Jateng.

“Keduanya ini merupakan residivis. Pada kasus sebelumnya, mereka ditangkap karena mengonsumsi narkoba. Ada kemungkinan keduanya berkenalan saat di lembaga pemasyarakatan,” pungkas Krisno. (fen)

You might also like

Comments are closed.