Dua Hari Buron, Tersangka Pembunuh Meta Sembunyi di Tambak

METROSEMARANG.COM – Dua orang tersangka Pembunuh Meta Novita Handayani (38) telah merencanakan aksinya sehari sebelum eksekusi. Rifai (23) dan YA (16), mereka sempat bersembunyi di dalam gubuk selama dua hari setelah membunuh korban pada Kamis (1/3).

Gelar perkara kasus pembunuhan ibu muda di Perumahan Permata Puri, Senin (5/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

“Saya sama YA setelah membunuh Bu Metha langsung pergi ke gubuk di area pertambakan di daerah Mangkang. Saya sehari di situ, terus sempet pulang dan balik lagi ke tambak, ke gubuk,” ujar Rifai saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3).

Dalam pelariannya ia sempat kebingungan kemana harus kabur. Lalu pada Sabtu (3/3) pagi dengan menggunakan perahu dari gubuk ia kemudian menuju daerah Banjir Kanal Barat. Dari situ dia pergi ke rumah temannya di Krobokan.

“Setelah itu saya ke Brangsong, Kendal naik Grab, terus ke Poncol. Dari Poncol terus saya ke Banyumanik ke tempat Bulik, saya bingung mau lari kemana,” kata Rifai.

Namun sayang, saat dalam perjalanan menuju ke Banyumanik ada seorang warga yang melihat keberadaannya. Orang tersebut mengenal dia melalui foto yang tersebar di media sosial.

Orang yang melihat kemudian melapor kepada pihak Polsek Banyumanik. Saat itu juga petugas langsung terjun dan menangkap kedua tersangka tanpa perlawanan.

“Saya mau nyerahin diri sebenarnya, tapi saya bingung harus bagaimana. Saya juga bingung soalnya uang tinggal Rp 200 ribu, rencananya buat makan,” tutur pemuda yang tubuhnya dipenuhi tato.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengaku mengapresiasi atas kesigapan masyarakat sehingga memudahkan pihak kepolisan dalam melakukan penangkapan kepada tersangka.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat terutama di Kecamatan Ngaliyan yang sigap dan sempat mengabadikan kendaraan tersangka sehingga mudah dilakukan identifikasi. Selain itu masyarakat Banyumanik yang juga sigap melaporkan saat melihat tersangka, sehingga dengan cepat bisa kami ungkap,” ujarnya.

Kini kedua tersangka harus mendekam di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub Pasal 338 KUHP. (fen)

You might also like

Comments are closed.