Dua Temannya Dikeluarkan, Siswa SMANSA Desak Kepala Sekolah Mundur

METROSEMARANG.COM – Kasus drop out yang dialami dua siswa kelas XII SMAN 1 Semarang (SMANSA), AP dan MA berbuntut panjang. Lantaran tak terima dengan tindakan otoriter dari sekolahnya, puluhan bahkan ratusan siswa setempat menggelar unjuk rasa, pada Jumat (2/3) siang.

Aksi solidaritas Siswa SMANSA terhadap nasib dua temannya yang dikeluarkan secara sepihak. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka bergerak sporadis menuju depan gerbang SMANSA sembari meneriakkan berbagai tuntutan kepada sang kepala sekolah.

Para siswa juga kompak meneriakkan yel-yel sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang dialami kedua rekannya. Spanduk bertuliskan ‘Kepsek Harus Turun’ dibentangkan lebar-lebar di gerbang sekolahnya hingga memantik perhatian para guru SMANSA.

“Kami atas nama alumni SMANSA ingin menunjukkan solidaritas atas kasus yang menimpa dua rekan kami,” teriak seorang siswa di depan gerbang SMANSA.

Keriuhan di depan SMANSA sempat terpantau metrosemarang.com membuat arus lalu lintas di seputar Taman KB melambat.

Sejumlah aparat kepolisian yang merapat ke lokasi unjuk rasa kemudian membubarkan aksi solidaritas puluhan siswa. “Jika kegiatan ini tanpa persetujuan kepolisian dan tanpa koordinasi, maka harus dibubarkan,” kata seorang polisi melalui pengeras suara. (far)

You might also like

Comments are closed.