Dua Terdakwa Kolam Retensi Kembalikan Duit Rp 4,6 Miliar

Uang kerugian negara dugaan korupsi kolam retensi diserahkan ke Kejati Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Uang kerugian negara dugaan korupsi kolam retensi diserahkan ke Kejati Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi kolam retensi Muktiharjo Kidul Semarang, siang ini, Kamis (7/1), mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 4,6 miliar kepada petugas Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Dua terdakwa yang mengembalikan uang korupsi tersebut yaitu Komisaris Harmony International Technology, Tri Budi Purwanto, dan Direktur Harmony International Technology, Handawati Utomo. Keduanya menyerahkan uang hasil korupsinya lewat kerabat dekat masing-masing.

Jaksa Madya Kejati Jawa Tengah, Slamet Widodo mengatakan total uang yang dikembalikan oleh dua terdakwa kasus korupsi retensi tersebut mencapai Rp 4,634.070.387,49. “Uang itu diserahkan kepada kami atas nama TBP dan ibu rumah tangga berinisial HU,” ujar Slamet.

Ibu rumah tangga yang mengantarkan uang ke Kejati adalah kakak kandung terdakwa Handawati Utomo. “Artinya yang mengantarkan masih punya hubungan keluarga dengan terdakwa,” sambungnya.

Uang kerugian negara senilai Rp 4,6 miliar itu terbagi dalam lembaran Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dan dibungkus plastik hitam lalu dibawa memakai troli. Segepok duit hasil korupsi proyek kolam retensi ini lantas ditunjukkan kepada awak media yang telah menunggu pengembalian uang di ruang pemeriksaan Kejati selama dua jam.

Seperti diketahui untuk kasus kolam retensi Muktiharjo Semarang, Tri Budi Purwanto dan Handawati Utomo didakwa oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi jika mereka melakukan korupsi pada proyek yang menggunakan dana APBD 2014.

Kasus ini juga menyeret dua pejabat Dinas PSDA ESDM Kota Semarang. Kejati juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Hendrar Prihadi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Semarang. (far)

You might also like

Comments are closed.